Internasional

Hasil Uji Coba 'Raksasa', Vaksin Pfizer Bisa Lawan Corona 94%

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 February 2021 15:17
FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York April 28, 2014.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo                            GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin Pfizer terbukti 94% efektif melindungi dari corona (Covid-19). Ini dibuktikan dalam penelitian 'raksasa' dan terbesar di dunia, melibatkan 1,2 juta orang.

Dalam makalah di New England Journal of Medicine. penelitian itu dilakukan sejak 20 Desember 2020 dan 1 Februari 2021 di Israel. Hal ini terkait kampanye vaksinasi massal di sana.


Jutaan orang itu kemudian dibagi menjadi kelompok yang divaksin dan tak menerima vaksin. Setiap peserta yang divaksinasi dibandingkan dengan yang tidak divaksin, di mana keduanya memiliki karakter sama dari usia, jenis kelamin, geografis, hingga medis.

Melansir AFP, Kepala Epidemiologi dan Penelitian Clait Research Institute Noam Barda yang juga penulis laporan menegaskan proses pencocokan sangat kuat.

Ia mencontohkan seorang pria Yahudi Ultra-Ortodoks lanjut usia dari lingkungan tertentu dengan kumpulan penyakit penyerta dan riwayat vaksinasi flu tertentu akan dicocokkan dengan orang lain yang sesuai dengan profil dirinya.

Pencatatan efek dilakukan pada hari 14 sampai 20 setelah dosis pertama dan hari ke-7 setelah dosis kedua. Kemanjuran melawan infeksi adalah 57% antara 14-20 hari setelah dosis pertama tetapi meningkat menjadi 94% tujuh hari setelah dosis kedua.

"Sangat dekat dengan 95% yang dicapai selama uji klinis Fase 3," tulis laporan itu.

Orang yang menerima dosis kedua juga sangat terlindungi dari gejala parah bahkan kematian. Namun sayangnya, jumlah tepatnya kurang signifikan disebutkan dan ada rentang statistik yang lebih luas karena jumlah kasus yang relatif minim.

Studi ini juga menemukan bahwa orang yang menerima dosis kedua memiliki kemungkinan 92% lebih rendah terinfeksi dibanding yang tak divaksin. Meskipun temuan ini dianggap kabar baik, namun penelitian lanjutan masih harus dilakukan untuk memperbanyak bukti.

"Itu karena para peserta tidak diuji secara sistematis secara berkala. Sebaliknya, mereka mendapatkan ujian ketika mereka menginginkannya," tulis laporan itu.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading