Emas Jadi "Receh", Bitcoin Diramal Terbang 1.600% di 2021

Tech - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 November 2020 18:04
Ulang Tahun Bitcoin_KECIL Foto: topik/Ulang Tahun Bitcoin_kecil/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Bitcoin sekali lagi mencuri perhatian pelaku pasar dunia di tahun ini, harganya terbang tinggi mengungguli aset-aset lainnya, termasuk emas. Bahkan, ada prediksi "gila" untuk harga bitcoin di tahun depan, yang membuat emas akan terlihat "receh".

Melansir data Refinitiv Jumat (20/11/2020) pukul 14:17 WIB, bitcoin menguat 1,75% ke US$ 18.258,25/BTC pada perdagangan hari ini. Jika dilihat sepanjang tahun ini atau secara year-to-date (YtD), mata uang kripto ini terbang lebih dari 155%. Bandingkan dengan emas yang "hanya" melesat 23%.


Bitcoin kini berjarak sekitar 6,5% dari rekor termahal sepanjang masa US$ 19.458,19/BTC yang dicapai pada 18 Desember 2017.

Kenaikan lebih dari 155% di tahun ini bisa dikatakan impresif, tetapi melalui analisis teknikal, Citibank memprediksi bitcoin akan "to the moon" lebih dari 1600% tahun depan. Di akhir 2021, bitcoin diprediksi tembus US$ 318.000 per koin, gila!

Prediksi tersebut dibocorkan ke publik melalui media sosial Twitter. Dalam catatannya kepada konsumen analis tersebut menyebut Bitcoin sebagai '21st century gold'.

"Seluruh eksistensi Bitcoin telah ditandai oleh pertunjukan yang tidak terpikirkan diikuti oleh koreksi yang menyakitkan, jenis pola yang menopang tren jangka panjang," tulis Tom Fitzpatrick, Global Head of CitiFX Technincals Citibank dalam catatannya kepada klien institusional, seperti dikutip dari Forbes, Jumat (20/11/2020).

"Berdasarkan tiga bull (tren naik) berjalan selama dekade terakhir, reli harga bitcoin saat ini berpotensi mencapai puncaknya pada Desember 2021, menunjukkan pergerakan hingga US$318.000 (per koin)."



"Waktu yang akan membuktikan jika akhirnya Bitcoin mencapai level tertinggi seperti itu tetapi kejadian sebelumnnya menunjukkan potensi pergerakan besar yang lebih tinggi dalam 12-24 bulan ke depan."

Dalam catatan itu disebutkan salah satu penyebab kenaikan harga bitcoin adalah reputasinya sebagai emas digital yang semakin meningkat.

Ketika dianggap sebagai emas digital, maka faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakannya tentunya sama dengan emas logam mulia. Kebijakan moneter dan fiskal, kenaikan inflasi hingga pelemahan dolar AS menjadi "bahan" bakar emas untuk terus menanjak. Bitcoin tentu juga akan menikmati hal tersebut, sebab kebijakan moneter longgar dan gelontoran stimulus fiskal masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Tetapi, prediksi kenaikan emas di tahun depan justru kalah cemerlang dengan bitcoin. Pada analis memprediksi emas akan mencapai level US$ 3.000, US$ 4.000 bahkan ada hingga US$ 10.000/troy ons, tetapi itu bukan tahun depan, melainkan dalam beberapa tahun ke depan atau jangka panjang. Sehingga emas akan terlihat "receh" dibandingkan dengan bitcoin.

Investor Top Mulai Investasi di Bitcoin
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading