Bos BPOM: Vaksin Merah Putih Rampung Kuartal IV-2021

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
17 November 2020 12:28
Infografis: Fakta Vaksin Covid19 di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala BPOM RI Peni Kusumastuti Lukito mengatakan bahwa pengembangan vaksin merah putih buatan Indonesia diperkirakan rampung pada kuartal IV-2021.

"Dalam hal ini BPOM percepatan proses pengembangan vaksin tersebut, dengan percepatan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk produksi skala kecil untuk vaksin yang akan uji klinis dalam waktu 7 hari kerja," katanya saat Rapat bersama Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Sebagaimana diketahui, dibuat konsorsium yang terdiri dari Kemenristek BRIN, Balitbang Kemenkes, Eijkman, Bio Farma terkait pengembangan vaksin merah putih ini. BPOM juga turut serta berkolaborasi dan dibuat peta jalan vaksin ini.


"Semacam roadmap, Maret 2020 sampai Februari 2021 proses identifikasi antigen hingga prototype vaksin. Ini yang akan diserahkan ke Bio Farma untuk hilirisasi dari upscaling, uji pra klinik, nanti setelah mendapat data yang sama, 20 hari kerja bisa mendapatkan izin EUA," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan perkembangan terbaru vaksin merah putih yang dikembangkan Indonesia untuk melawan virus corona Covid-19.

"Mereka lagi menyiapkan uji di hewan yang diharapkan bisa selesai akhir tahun dan diharapkan hasilnya memuaskan. Setelah itu, jika berhasil akan diserahkan pada Bio Farma untuk uji klinis dan produksi, dan BPOM akan memutuskan apakah vaksin ini akan bisa digunakan," ujarnya.

Bambang Brodjonegoro menambahkan vaksin merah putih adalah vaksin dari Covid-19 yang bertransmisi di Indonesia. Vaksin ini sebagai bentuk kemandirian agar tak mengimpor vaksin dari luar negeri. Apalagi vaksin terdepan saat ini dipastikan tidak menghasilkan imunitas tubuh seumur hidup.

Artinya untuk menjaga tubuh dari infeksi Covid-19 perlu vaksinasi ulang. Vaksin merah putih rencananya vaksin ini akan disuntikkan dua kali per orang.

Informasi saja, vaksin merah putih perlu dikembangkan karena vaksin Covid-19 yang ada saat ini tak bersifat selamanya. Perlu vaksinasi ulang agar tubuh kebal Covid-19. Vaksin merah putih akan mengurangi ketergantungan terhadap vaksin luar negeri.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading