Uji Vaksin Sinovac Bandung: Tak Ada Efek Samping Berbahaya

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
12 November 2020 14:37
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Unpad-Bandung, Prof. Kusnandi Rusmil memastikan tak ada masalah terkait uji klinis fase tiga vaksin Sinovac Biotech bernama CoronaVac dan semua relawan disebutnya baik-baik saja.

"Selama ini tak ada kejadian mengkhawatirkan. Panas ringan, bengkak 2 hari ringan. Yang panas 2%. Di Indonesia tak ada masalah. Semua relawan, semuanya happy-happy saja," katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Saat ini semua relawan menurutnya sudah diberi suntikan. Dan ini menurutnya akan terus dipantai pada satu bulan, 3 bulan hingga 6 bulan setelah imunisasi.


"Tidak ada masalah. semua sesuai dengan jadwalnya," tegasnya.

Sebelumnya, juru bicara tim Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 dr. Rodman Tarigan mengatakan sejauh ini, belum ada laporan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius atau Serious Adverse Event (SAE) atau kejadian serius yang tidak diinginkan dari para relawan yang diduga berhubungan dengan vaksin atau kegiatan vaksinasi.

Vaksin Covid-19 Sinovac, saat ini sudah mulai memasuki masa monitoring. Data per 6 November 2020 menunjukkan, sebanyak 1.620 relawan sudah mendapatkan suntikan pertama, 1.603 sudah mendapatkan suntikan kedua dan 1.335 sudah masuk dalam tahap monitoring baik untuk immunogenicity, efikasi (khasiat) maupun keamanannya.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjend Doni Monardo meminta masyarakat menjalankan protokol kesehatan secara ketat, sambil menunggu ketersediaan vaksin. Ini akan menghindarkan masyarakat terinfeksi virus corona Covid-19.

"Vaksin yang terbaik sekarang adalah vaksin patuh kepada protokol kesehatan. #pakaimasker, #jagajarak dari kerumunan dan #cucitangan sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan disinfektan," pungkas Doni Monardo.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading