Fakta & Alasan Disetopnya Uji Vaksin Covid Sinovac di Brasil

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
10 November 2020 15:32
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Kesehatan Brasil, Anvisa memutuskan untuk menghentikan sementara uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech. Penangguhan ini ternyata dilakukan sejak 29 Oktober 2020.

Anvisa mengungkapkan alasan penangguhan uji vaksin Sinovac karena ada insiden merugikan yang serius. Sayang Anvisa tidak memberikan perincian tentang insiden merugikan itu.

Anvisa beralasan tak bisa memberikan detilnya karena adanya peraturan privasi, tetapi insiden tersebut termasuk kematian, efek samping yang berpotensi fatal, cacat serius, rawat inap, cacat lahir, dan "peristiwa siginifikan secara klinis" lainnya, seperti dikutip dari AFP, Senin (10/11/2020).


Selang beberapa jam setelah pengumuman ini, Instituto Butantan Sao Paulo, yang bermitra dengan Sinovac untuk memproduksi vaksin CoronaVac mengadakan konferensi pers. Mereka mengaku terkejut dengan keputusan tersebut.

Direktur Instituto Butantan Sao Paulo Dimas Covas menduga penangguhan ini dikarenakan ada salah satu relawan yang meninggal tetapi "kematian itu tidak terkait dengan vaksin" sehingga ia heran atas keputusan Badan Kesehatan Brasil.

"Ada lebih dari 10.000 relawan [vaksin] saat ini, kematian dapat terjadi ... Ini adalah kematian yang tidak ada hubungannya dengan vaksin dan karena itu bukan saatnya untuk menghentikan uji coba," kata Dimas Covas, seperti dikutip dari Reuters.

Kasus relawan vaksin Covid-19 Brasil meninggal bukan kali ini saja. Pada Akhir Oktober 2020, seorang relawan vaksin AstraZeneca dikabarkan meninggal dunia. relawan adalah seorang dokter yang menangani Covid-19. Setelah diselidiki ternyata ia tak mendapatkan vaksin tetapi plasebo.

Kasus ini tak membuat uji klinis vaksin AstraZeneca di Brasil dihentikan, uji klinis dilanjutkan. "Setelah penilaian yang cermat atas kasus di Brasil, tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis," ujar Universitas Oxford yang bekerja sama bikin vaksin dengan AstraZeneca.

"Tinjauan independen di samping regulator Brasil telah merekomendasikan agar uji coba tersebut dilanjutkan."

HALAMAN SELANJUTNYA >> Penghentian Uji Klinis Vaksin Sinovac Politis?

Penghentian Uji Klinis Vaksin Sinovac Politis?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading