Aplikasi Zoom Kini Lebih Berharga dari ExxonMobil

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
30 October 2020 15:40
Infografis/Miliuner di Balik Aplikasi Zoom, Buat Rapat Online/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona Covid-19 menjadi berkah bagi aplikasi rapat online Zoom. Bahkan valuasi Zoom kini lebih mahal dari ExxonMobil, salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia.

Pada perdagangan bursa AS, Kamis (29/10/2020) valuasi Zoom mencapai US$139 miliar atau setara Rp 2.029,4 triliun (asumsi Rp 14.600/US$). Adapun valuasi ExxonMobil Rp 138,9 miliar (Rp 2.027,94 triliun).

Meski memiliki valuasi lebih rendah dari Zoom, ExxonMobil punya pendapatan US$213,8 miliar dalam 12 bulan terakhir. Ini jauh lebih tinggi dari pendapatan Zoom yang hanya US$1,35 miliar, seperti dikutip dari Forbes, Jumat (30/10/2020).


Peningkatan valuasi ini membuat pendiri sekaligus CEO Zoom Eric Yuan melonjak harta kekayaannya hingga dua kali lipat dalam tiga bulan terakhir. Menurut perhitungan Forbes pada akhir Juli lalu kekayaan Eric Yuan mencapai US$ 11 miliar, namun pada 29 Oktober kekayaan melonjak menjadi US$21,3 miliar.

Kekayaan Eric Yuan melonjak seiring dengan meningkatnya bisnis Zoom. Pengguna aplikasi ini tumbuh dengan sangat cepat karena jutaan orang yang bekerja dari rumah terus bergantung pada konferensi video.

Sejauh ini Zoom adalah salah satu saham berkinerja terbaik pada tahun 2020. Harga sahamnya sudah naik lebih dari 600% tahun ini karena sentimen pandemi Covid-19.

Eric Yuan bukan satu-satunya orang yang menjadi kaya dari kesuksesan Zoom Chief financial Zoom sejak 2017, Kelly Steckelberg, juga mencatatkan kenaikan harta kekayaan. Dia masuk daftar Forbes Richest Self Made Women pada 13 Oktober dengan kekayaan bersih US$ 255 juta. Kini kekayaannya lebih dari US$ 340 juta.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading