Derita Huawei: Dijegal Trump, 'Ditikung' Xiaomi

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
30 October 2020 12:57
Huawei smartphones are seen in front of displayed Google Play logo in this illustration picture taken May 20, 2019. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Sanksi Presiden AS Donald Trump membuat pengiriman ponsel Huawei anjlok pada kuartal III-2020. Kondisi ini malah menjadi berkah bagi Samsung dan Xiaomi.

Menurut laporan Canalys, pada kuartal III-2020, Huawei mengirim 51,7 juta smartphone atau anjlok 23% dari periode yang sama tahun lalu. Counterpoint Research mencatat Huawei mengirimkan 50,9 juta smartphone atau turun 24%.

Penurunan pengiriman ini membuat pangsa pasar Huawei turun dari 18% menjadi 14%. Secara keseluruhan pengiriman smartphone di kuartal III-2020 mencapai 348 unit atau turun 1% dari periode yang sama tahun lalu tetapi meningkat 22% dari kuartal sebelumnya.


Menurut Canalys, penguasa pasar ponsel saat ini sudah kembali ke tangan Samsung. Pengiriman produsen ponsel Korea Selatan ini mencapai 80,2 juta tumbuh 2% dari periode yang sama tahun lalu.

Huawei dijatuhi sanksi tahun lalu oleh AS. Hingga saat ini smartphone terbaru Huawei tidak bisa mendapatkan lisensi Android sehingga tak dibisa gunakan Play Store, Gmail, YouTube hingga Maps. Huawei juga dijatuhi sanksi yang mengganggu pasokan chipset sehingga tak bisa buat smartphone dalam jumlah besar.

Canalys mencatat pada kuartal III-2020, Xiaomi mengirimkan smartphone sebanyak 47,1 juta atau meningkat 45% dari periode yang sama tahun lalu. Xiaomi pun berhasil menggeser Apple sebagai brand smartphone dengan pangsa pasar terbesar ketiga.

"Xiaomi mengeksekusi [kesempatan] dengan agresi untuk mengisi kekosongan pengiriman dari Huawei," kata Mo Jia, analis di Canalys, seperti dilansir dari CNBC International, Jumat (30/10/2020).

"Ada pertumbuhan simetri di kuartal ketiga, karena Xiaomi menambahkan pengiriman 14,5 juta unit dan Huawei kehilangan 15,1 juta. Di Eropa, medan pertempuran utama mereka, pengiriman Huawei turun 25%, sementara Xiaomi tumbuh 88%."

[Gambas:Video CNBC]




(roy/wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading