Internasional

Alamak! Corona Tak Akan Hilang, Bakal Menahun Seperti Flu?

Tech - sef, CNBC Indonesia
21 October 2020 07:50
An member of the group 'Pause the System' wears a face mask as she protests in front of the entrance to Downing Street in London, Friday, March 20, 2020. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms, such as fever and cough. For some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness, including pneumonia. (AP Photo/Frank Augstein)

Jakarta, CNBC IndonesiaVirus corona (Covid-19) kemungkinan akan menjadi 'endemik' seperti virus flu tahunan. Hal ini disampaikan Kepala Penasihat Ilmiah Inggris bernama Patrick Vallance, sebagaimana dimuat CNBC International.

Meski beberapa vaksin potensial telah diuji, ia percaya tak ada yang bisa memberantas virus. "Fafasan untuk memusnahkan virus dari banyak sumber tidak benar karena akan muncul kembali," katanya dikutip Rabu (21/10/2020).




Menurutnya, vaksin tidak akan membuat semuanya 'benar-benar steril'. Vaksin, kata dia kepada Komite Strategi Keamanan Nasional Inggris, hanya akan mengurangi kemungkinan infeksi dan tingkat keparahan penyakit.

"Jelas karena manajemen menjadi lebih baik, saat Anda mendapatkan vaksinasi, ini akan mengurangi kemungkinan infeksi dan tingkat keparahan penyakit ... Ini kemudian mulai terlihat lebih seperti flu tahunan daripada apa pun, dan itu mungkin arah yang kita tuju," jelasnya lagi.



Sebelumnya, dikutip dari Worldometer, sudah 41.022.119 warga dunia yang terinfeksi corona, sejak virus itu muncul di Desember 2019, di Wuhan, China hingga kini. Ada 1.128.877 nyawa melayang dan 3-.616.552 kasus sembuh.

Saat ini ada 9.276.690 kasus aktif secara global. Di mana 9.199.839 (99%) memiliki gejala ringan dan 76.851 (1%) gejala berat.

"Secara historis pembuatan vaksin membutuhkan waktu rata-rata 10 tahun" kata Vallance seraya menekankan hal yang tidak pernah terjadi vaksin dibuat dengan waktu amat singkat.

Ia membenarkan sejumlah vaksin disebut menciptakan antibodi. Tapi hanya uji klinis Fase III (akhir), yang dilakukan ke manusia, yang bisa benar-benar membuktikan apakah vaksin berhasil.

"Kita akan tahu selama beberapa bulan ke depan apakah kami memiliki vaksin yang benar-benar melindungi dan berapa lama mereka melindungi," katanya.

Sejumlah negara dan perusahaan tengah gencar meneliti vaksin efektif untuk corona. Seperti AS, Rusia dan China. Beberapa vaksin menunjukkan hasil menjanjikan.




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading