Heboh Vaksin TBC Manjur Perangi Covid-19, Apa Benar?

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
13 October 2020 10:09
Pengunjung mengugunakan transportasi KRL di Stasiun Tujuan Bogor-Jakarta Kota, Kamis,12/3/2020. Paparan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait risiko penyebaran virus corona yang menyebabkan Covid-19 via transportasi salah satunya KRL commuterline rute Bogor-Depok-Jakarta Kota berisiko tinggi menjadi area penyebaran virus corona terbesar. Beberapa penumpang juga menggunakan masker guna antisipasi penyebaran virus. Pantauan CNBC Indonesia Penumpang yang telah menumpuk mulai berjalan merangsek mendekati arah datangnya kereta. Jam-jam sibuk kendaraan umum dimana banyak para pekerja yang memulai aktivitasnya sehingga terlihat tidak ada tempat untuk bergerak.   (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia tengah menanti vaksin dari Covid-19, dengan berbagai penelitian yang dilakukan di berbagai negara. Salah satunya penelitian baru yang akan dilakukan di Inggris. Penelitian ini akan menguji apakah benar vaksin tuberkulosis (TBC) yang banyak dipakai petugas garis depan di Inggris, efektif dalam melawan Sars-Cov-2.

Vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) digunakan selama ini untuk melindungi diri dari TBC. BCG menginduksi respons sistem kekebalan bawaan yang luas dan telah terbukti melindungi dari infeksi atau penyakit parah patogen pernapasan lainnya.

"BCG telah terbukti meningkatkan kekebalan secara umum, yang mungkin menawarkan perlindungan terhadap Covid-19," kata Profesor John Campbell, dari University of Exeter Medical School sebagaimana dimuat Reuters, Senin (12/10/2020).


"Kami sedang berusaha untuk menentukan apakah vaksin BCG dapat membantu melindungi orang yang berisiko Covid-19. Jika ya, kami dapat menyelamatkan nyawa dengan memberikan atau menambah vaksinasi yang sudah tersedia dan hemat biaya ini," tambahnya

Studi ini adalah bagian dari pengujian yang diketuai Australia. Sebelumnya pengujian telah dilakukan sejak April, dan dilakukan di Belanda, Spanyol juga Brasil. Vaksin BCG juga tengah diuji di Afrika Selatan. Di Inggris sendiri, diperkirakan 10.000 sukarelawan akan direkrut.

Corona di Inggris sudah menginfeksi 603.716 orang. Ada tambahan 12.872 kasus baru kemarin, melansir data Worldometers. Ada total 42.825 kasus kematian total. Data kemarin, angkanya bertambah 65 orang.

Sementara itu WHO menyebut vaksin BCG berpotensi menjembatani kesenjangan soal vaksin corona. Namun, vaksin BCG tak bisa jadi solusi jangka panjang. Imun seseorang yang mendapat BCG saat kecil bisa saja berkurang.

"Ini bakal jadi alat penting dalam mengatasi Covid-19 dan pandemi di masa depan," kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari BBC International.

Vaksin BCG memiliki efek terhadap penyakit saluran pernapasan yang beragam. Lantas bagaimana dengan Covid-19?

WHO Tak Rekomendasikan Vaksin TBC Lawan Covid-19
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading