Ketika Elon Musk Akui Mobil Listrik Tesla Kemahalan

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
23 July 2020 15:28
FILE PHOTO: Tesla Chief Executive Office Elon Musk speaks at his company's factory in Fremont, California, U.S., June 22, 2012.   REUTERS/Noah Berger/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Co-founder dan CEO Tesla Elon Musk mengeluarkan pernyataan tak bisa. Dia mengaku bahwa harga mobil listrik Tesla kemahalan.

Pernyataan ini disampaikannya pada paparan kinerja keuangan perusahaan pada Rabu (23/7/2020) waktu Amerika Serikat, seperti dikutip CNBC Indonesia dari Digital Trends, Kamis (23/7/2020).

"Hal yang paling mengganggu saya saat ini adalah mobil kami tidak cukup terjangkau," kata Musk. "Kita harus memperbaiki itu. Kami tidak berusaha jadi bangkrut [...] tetapi kami juga tidak mencoba menjadi super menguntungkan."


Meski Elon Musk menyampaikan hal tersebut, tak berarti hal tersebut segera terjadi. Selama beberapa tahun terakhir ia telah banyak berjanji namun belum kesampaian. Contohnya pada 2016 ketika ia berjanji untuk membuat mobil Tesla sepenuhnya otonom di 2017, hingga kini pernyataan itu belum terealisasi.

Harga mobil Tesla memang tidak murah. Mobil Tesla Model 3 standar, yang disebut sebagai mobil termurah, harganya mencapai US$39.990 per unit atau setara Rp 579,86 juta (asumsi Rp 14.500/US$) atau lebih malah US$15.000 dari mobil Toyota Camry yang banyak dipuji.

Tesla Model Y Modella yang mewah dengan fitur terbaik dijual US$60.000 per unit atau US$20.000 lebih malah dari mobil sedan Mercedes class C yang populer. SUV Tesla Model X dijual US$99.990 per unit.

Meski mobil Tesla dianggap mahal, saham perusahaan terus diburu investor. Hal ini membuat harga saham terus mendaki. Bahkan mengantarkan Elon Musk jadi orang terkaya ke-5 di dunia dengan nilai kekayaan US$74 miliar.

Dalam empat bulan terakhir hartanya bertambah hampir tiga kali lipat. Kekayaan kini melompati Warren Buffet, Phil Knight, dan Michael Bloomberg namun masih kalah dari Jeff Bezos dari Amazon, Bernald Arnault dari LVMH, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg, seperti dilansir dari Business Insider.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading