Polemik Lockdown, Elon Musk Ancam Pindahkan Pabrik Tesla

Tech - Daniel Wiguna, CNBC Indonesia
10 May 2020 21:11
FILE PHOTO: Tesla Motors CEO Elon Musk talks at the Automotive World News Congress at the Renaissance Center in Detroit, Michigan, U.S., January 13, 2015. REUTERS/Rebecca Cook/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Tesla, Elon Musk mengatakan di Twitter Sabtu (9/5/2020) bahwa perusahaannya sedang bersiap untuk mengajukan gugatan terhadap pemerintah Alameda, California. Tesla pun akan memindahkan kantor pusat dan operasi dari California, Amerika Serikat, terkait kebijakan lockdown yang mengharuskan pabrik Tesla setop, seperti dikutip dari CNBC International.

Pada hari Jumat sebelumnya (8/5/2020), petugas kesehatan umum sementara wilayah Alameda, Dr. Erica Pan, mengatakan bahwa perintah kesehatan untuk menekan penyebaran wabah Covid-19 di wilayah tersebut masih berjalan, dan Tesla belum memiliki izin untuk melanjutkan produksi kendaraan di pabrik mobil utamanya di Fremont, California.

"Kami telah bekerja dengan mereka, melihat beberapa protokol keselamatan mereka, dan telah memiliki beberapa rekomendasi,"  tambahnya kepada publik.




Petugas kesehatan umum wilayah Alameda memberikan peringatan tersebut kepada Tesla karena perusahaan ingin memulai produksi lagi pada Jumat sore (8/5/2020). Pabrik Tesla di wilayah Alameda adalah tempat perusahaan memproduksi kendaraan untuk Eropa dan Amerika Utara.

Kantor pusat perusahaan sendiri berada di Palo Alto, bukan bagian dari wilayah Alameda dan tidak seperti pembuat mobil lain, karyawan Tesla bukan bagian dari serikat pekerja (union), sehingga akan lebih mudah bagi perusahaan untuk secara signifikan mengubah operasinya.

Tidak senang dengan pendapat pemerintah wilayah, Hinaan secara pribadi pun dituliskan Musk melalui Twitter dengan mengatakan:

"Tesla akan segera mengajukan gugatan terhadap wilayah Alameda. 'Petugas Kesehatan Sementara' di Alameda yang tidak dipilih & tidak paham, bertindak bertentangan dengan Gubernur, Presiden, kebebasan Konstitusional & akal sehat!"

Dia juga mengklaim dengan menuliskan: "Tesla tahu lebih banyak tentang apa yang perlu dilakukan agar aman melalui pengalaman pabrik Tesla China kami daripada seorang pejabat junior sementara (yang tidak dipilih) di wilayah Alameda," kata Elon Musk.

Pemerintah Alameda menanggapi dengan menyatakan Badan Layanan Kesehatan dan Departemen Kesehatan Masyarakat telah bekerja sama dengan Tesla di Fremont untuk protokol keselamatan. Tujuannya agar Tesla dibuka kembali sambil melindungi kesehatan ribuan karyawan yang pulang dan bepergian ke pabrik.

"Kami menantikan kesepakatan rencana keselamatan yang tepat dalam waktu dekat," tegas pemerintah wilayah tanpa keterangan waktu secara rinci.

"Kami menghargai bahwa perusahaan kami telah memberikan pengorbanan yang luar biasa dan bahwa bersama-sama kami dapat menyelamatkan hidup dan melindungi kesehatan masyarakat di wilayah kami. Kami harus terus bekerja bersama agar pengorbanan itu tidak sia-sia sembari tetap mempertahankan keuntungan,"

Sementara itu, walaupun Musk mencirikan Dr. Pan sebagai "orang yang tidak tahu apa-apa," ternyata dokter tersebut memiliki pengalaman mendalam dalam kesehatan masyarakat dan penyakit menular.

Di antaranya, Dr. Pan adalah lulusan sekolah kedokteran Tufts, telah menyelesaikan tugas menyelesaikan residensi di UCSF (University of California San Francisco) dan telah bekerja di Departemen Kesehatan Masyarakat wilayah Alameda sejak 2011 sembari di waktu yang bersamaan juga bekerja sebagai dokter dan dosen.

Dia sebelumnya bekerja selama enam tahun sebagai Direktur Bioterorisme dan Penyakit infeksi darurat di Departemen Kesehatan Masyarakat San Francisco, menurut resumenya di LinkedIn.

Sebelumnya, CEO Tesla dan SpaceX mengutuk dan menyebut perintah kesehatan Covid-19 sebagai "fasis". Dia juga telah dinilai keliru dengan menyatakan bahwa anak-anak pada dasarnya "kebal" terhadap Covid-19, dalam beberapa tweet kontroversial yang telah dilontarkannya terkait virus Corona dan upaya pemerintah untuk menangani pandemi ini.

Musk, yang memiliki pengikut lebih dari 33 juta di Twitter, juga mendorong pemegang saham untuk mengajukan gugatan kelompok (class action) terhadap pemerintah wilayah.

Setelah serangkaian tweet provokatif dari Musk dilontarkan pada hari Sabtu lalu, Walikota Fremont, Lily Mei menyatakan kekhawatiran dengan mengatakan bahwa pabrik Tesla yang belum mendapat izin operasi hingga saat ini dapat memberikan implikasi potensial terhadap perekonomian regional daerahnya. Dia juga menyatakan dukungan untuk Tesla secara khusus, dan mendesak pemerintah daerah untuk "datang dengan pedoman yang layak," untuk membantu Tesla dan lainnya membuka kembali bisnis mereka.

Namun pendapat yang bertentangan justru diperoleh CNBC Internasional dari sumber anonim yang merupakan karyawan Tesla yang berbasis di Fremont. Karyawan tersebut menyatakan bahwa banyak karyawan Tesla akan lebih suka apabila CEO mereka menuruti pemerintah wilayah, memastikan pabrik aman, dan membuka kembali pabrik secepat mungkin.

Di sisi lain, Tesla tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang rencananya untuk memindahkan markas besarnya ke luar negara bagian, seperti yang sudah dikatakan Musk sebelumnya.

SEC (Komisi sekuritas & bursa AS) sebelumnya pernah menggugat Tesla dan Musk setelah melontarkan tweet yang mengatakan bahwa ia akan membeli perusahaannya sendiri dan menjamin dana pembelian di harga $ 420 per saham. Tweet tersebut dikatakan melanggar undang-undang sekuritas dan untuk menyelesaikan kasus ini Musk menyetujui komunikasi terkait Tesla harus selalu ditinjau oleh seorang penasihat internal sebelum dipublikasikan. Namun, tidak jelas apakah tweet Musk pada Sabtu lalu telah disetujui oleh penasihat tersebut.

Terkait harga saham perusahaan, saham Tesla telah meroket 95% sepanjang tahun 2020 di kisaran harga $ 819 per saham.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading