100 Langkah Lebih Maju, UMKM di Filipina Pakai Blockchain

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
16 July 2020 13:41
Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak meluncurkan Proyek i2i (Project i2i) pada bulan April 2019 lalu, Union Bank of the Philippines telah membuat kemajuan pesat dalam dunia perbankan di negara itu.

Proyek i2i merupakan sebuah platform berbasis-blockchain yang berfungsi menghubungkan bank-bank pedesaan (bank perkreditan rakyat/BPR) ke jaringan keuangan negara.

Jaringan i2i juga memungkinkan BPR untuk dapat dengan mudah terhubung ke automated clearing houses (ACHs) lokal, bank komersial dan BPR lainnya, untuk melakukan transaksi real-time yang didukung oleh teknologi blockchain dan stablecoin PHX milik UnionBank yang ditambahkan ke platform pada bulan Juli tahun itu.

Mengutip Bloomberg Kamis (16/7/2020) dalam kurun waktu sekitar enam bulan sejak jaringan itu dibentuk, sudah ada 35 BPR dengan 150 cabang dan 250.000 rekening di seluruh negeri yang terhubung. Cakupannya pun menjangkau semua kota besar di negara kepulauan itu.

ConsensysFoto: Ist
Consensys



Sementara itu, volume transaksi menggunakan i2i telah berada di atas US$ 1 juta dengan 335 transaksi dilakukan hingga bulan Agustus 2019 saja.

Pada saat itu, UnionBank juga mulai melakukan uji coba transfer lintas batas waktu-nyata (real-time cross-border transfers) jarak dekat menggunakan tokenized fiat dari OCBC Bank di Singapura ke bank pedesaan i2i. Layanan itu memungkinkan pekerja Filipina di luar negeri untuk mengurangi biaya transfer ke dalam negeri dan meningkatkan akses ke pengiriman uang tingkat bank (bank-grade remittances).

"Dunia bergerak maju dan kami sudah melihat solusi yang membuat seluruh ekosistem lebih efisien," kata Presiden dan CEO UnionBank, Edwin Bautista.

Intinya, Project i2i memungkinkan BPR di Filipina menjadi katalisator bagi kemakmuran inklusif nasional. Sejak transformasi digital pada tahun 2016, UnionBank telah berusaha untuk mempromosikan inklusi keuangan untuk semua rakyat Filipina, sebuah komitmen yang didasarkan pada tujuan bank untuk meningkatkan kehidupan, memenuhi impian dan memampukan masyarakat melalui perbankan pintar (smart-banking).

UnionBank merupakan salah satu lembaga perbankan terbesar di Filipina, pengembangan i2i dilakukan bersama ConsenSys Solutions dengan proyeknya Kaleido dan ConsenSys Diligence, beserta Amazon AWS, Microsoft Azure, dan tujuh bank pedesaan Filipina untuk membuat pembayaran antar bank pedesaan. Adapun platform itu menggunakan Enterprise Ethereum.

ConSensys adalah salah satu perusahaan Blockchain terbesar di dunia. Berbasis resmi di Swiss, perusahaan ini dibentuk pada tahun 2014 dan kini telah beroperasi di lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Selain membentuk solusi i2i untuk membantu inklusi finansial di Filipina, Consensys juga telah memunculkan solusi nyata untuk bidang real estate, supply chain, decentralized finance, dan masih banyak lagi.


Blocksphere IndonesiaFoto: Blocksphere Indonesia



Di Indonesia, ConSensys melebarkan sayap dengan bekerjasama dengan PT Blocksphere Teknoniaga Indonesia (Blocksphere.id). Blocksphere sendiri merupakan pelopor teknologi Blockchain di Indonesia yang sebelumnya pernah menjadi rekan Bank BCA, Telkom, Angkasapura II, dan banyak perusahaan lainnya.

Melalui perjanjian kerjasama ini Blocksphere -- yang sebelumnya telah mengimplementasikan Blockchain di banyak perusahaan skala besar -- membuktikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara pemimpin di dunia dalam adopsi teknologi Blockchain. Blocksphere siap menjadi rekanan utama semua perusahaan di Indonesia dalam mengakses teknologi dan layanan Consensys, termasuk Hyperledger Besu, Pegasys, serta Codefi.

"Proyek i2i di Filipina ini sangat relevan bagi Indonesia, karena profil kedua negara sama-sama negara kepulauan, mengutamakan bank rakyat, serta membutuhkan inklusi finansial. i2i adalah singkatan dari Island to Island. Mungkin kita bisa buat versi Indonesia to Indonesia," kata VP of Consulting Blocksphere, Pandu Sastrowardoyo.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading