Baru 8 Bulan, OVO Naikkan Biaya Top Up Jadi Rp 1.500

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
13 July 2020 14:45
Aplikasi

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Visionet International kembali menaikkan biaya top up atau isi ulang dari dompet digital OVO. Kelak Top Up melalui bank naik menjadi Rp 1.500 per transaksi.

Kenaikan biaya top up ini diumumkan OVO langsung kepada pelanggan. Biayanya naik Rp 500 dari biaya yang dikenakan Maret lalu. Pemberlakuan tarif baru ini mulai 25 Agustus 2020, seperti dikutip dari pengumuman perusahaan, Senin (13/7/2020).

Penyesuaian tarif ini berlaku pada 19 Bank yang merupakan rekanan OVO. Termasuk Bank CIMB Niaga, Bank Mega, Bank Panin dan BTPN. Adapun top up di Bank Mandiri dan BCA, BNI, dan Bank BRI masih menggunakan tarif lama atau Rp 1.000 per transaksi.


Informasi saja, OVO mengenakan tarif top up Rp 1.000 per transaksi sejak Maret 2020. Itu artinya, Artinya, OVO mengenakan kenaikan tarif setelah 8 bulan aturan top up berbayar berlaku. Sebelum top up OVO selalu digratiskan.

Biaya isi ulang Rp 1.000 dikenakan bila melakukan top up melalui instan Top Up di aplikasi OVO, ATM, internet banking, Tokopedia dan OVO Booth. Untuk Top Up menggunakan kartu debit di aplikasi OVO akan dikenakan biaya 2%.

Namun, bila pengguna ingin top up tanpa biaya atau gratis, mereka bisa melakukan isi ulang melalui driver Grab. Transaksi melalui driver Grab tetap tidak dikenakan biaya.

Pada Desember 2019, OVO juga membuat kebijakan biaya transfer dari OVO ke rekening bank. Besarannya Rp 2.500 per transaksi. Biaya ini dikenakan pada OVO Cash.

Hingga berita ini dinaikkan CNBC Indonesia belum mendapatkan penjelasan dari manajemen OVO soal kebijakan ini. CNBC Indonesia telah menghubungi Head of Public Relations OVO Shinta Setyaningsih namun belum direspons.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading