OVO & DANA Mau Meger Saingi GoPay, Ini Kata Bos DANA

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
13 June 2020 19:18
Cover ilustrasi gopay vs ovo

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua startup financial technology (fintech) di Indonesia, OVO dan DANA dikabarkan telah melakukan merger.

Melansir berita dari Bloomberg, keduanya sepakat untuk melakukan merger sebagai upaya untuk mengurangi aksi bakar uang dan ingin menyaingi dompet digital lain, GoPay.

Kendati demikian, penandatanganan perjanjian keduanya disepakati untuk ditunda karena adanya pandemi covid-19. Saat ini keduanya masih mendetailkan bisnis ke depan mereka. Syarat dan waktu kemungkinan bisa berubah.


Merger ini memungkinkan mereka untuk menciptakan platform pembayaran digital terbesar di Indonesia. Pasalnya OVO dan GoPay sama-sama mengklaim bahwa mereka adalah platform e-wallet terbesar di Indonesia.

Saat dikonfirmasi, CEO dan salah satu pendiri DANA Vincent Iswara enggan memberikan komentar lebih jauh tentang kabar yang beredear di pasar.

"Saya tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor di pasar (I can't comment on market rumor)," ujar Vincent kepada CNBC Indonesia, Sabtu (13/6/2020).

CNBC Indonesia juga sudah berusaha untuk mengkonfirmasi Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra. Dan sampai berita ini diturunkan, Karaniya belum memberikan jawaban.

Pemain e-wallet di Indonesia memang sudah melebarkan sayapnya dengan para pemain global. Melansir Bloomberg, OVO merupakan fintech milik PT Visionet Internasioal didukung pendanaan oleh SoftBank Group. Sementara DANA merupakan fintech milik PT Elang Mahkota Technology Tbk (EMTK) yang berafiliasi dengan Group Alibaba.

Demikian dengan Gojek yang merupakan penggerak dari e-wallet GoPay. Gojek diketahui telah menggandeng Facebook dan PayPal untuk memperkuat bisnisnya. Tidak hanya itu, Gojek juga telah meluncurkan investasi emas.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading