Dihantam Pandemi Covid-19, Nike Tekor Rp 11,2 T

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
26 June 2020 15:52
Nike Air Yeezy II (Dok. Nike)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nike Inc mengalami kerugian besar akibat pandemi virus corona (COVID-19). Perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga asal Amerika Serikat tersebut mencatat kerugian US$ 790 juta (Rp 11,2 triliun, asumsi Rp 14.280/US$) untuk kuartal IV pada Kamis (25/6/2020).

Perusahaan juga mencatat pendapatan turun 38% menjadi US$ 6,31 miliar dari US$ 10,18 miliar pendapatan tahun lalu. Penjualan di Amerika Utara turun 46%, sementara di China hanya turun 3% karena pembukaan toko lebih cepat dibandingkan di AS selama pandemi berlangsung.

Meskipun 90 persen tokonya tutup selama kurang lebih delapan minggu akibat pandemi Covid-19, penjualan Nike sedikit terbantu dengan sistem online.


Penjualan online memang melonjak 75%, tetapi hanya mewakili sekitar 30% dari total pendapatan dan tidak tidak mampu menutupi keseluruhan kerugian yang didapat.

Hal ini juga berdampak pada laba per sahamnya. Mengutip CNBC Internasional, laba per saham perseroan Nike merugi 51 sen, dibandingkan dengan laba bersih bersih US$ 989 juta atau laba 62 sen per saham pada tahun lalu.

Dengan kerugian ini, Nike mulai menargetkan penjualan e-commerce untuk 50% dari keseluruhan penjualan "di masa mendatang", meskipun biaya untuk pengiriman dan pengembalian barang juga memberi tekanan lebih besar pada keuntungan perusahaan. Margin Nike selama kuartal IV fiskal menyusut menjadi 37,3% dari 45,5% tahun lalu.

"Kami terus berinvestasi dalam peluang terbesar kami, termasuk pasar digital yang lebih terhubung," kata Chief Executive Nike, John Donahoe dalam sebuah pernyataan. "Konsumen menginginkan pengalaman modern, tanpa batas, online-to-offline, jadi kami mempercepat pendekatan kami."

Nike mengatakan inventarisnya pada 31 Mei berjumlah US$ 7,4 miliar, naik 31% dari tahun lalu. Perusahaan mengatakan kenaikan itu disebabkan karena pengiriman barang ke mitra grosir berkurang akibat pandemi.

Lebih lanjut, Nike tidak menawarkan prospek fiskal 2021 lengkap saat ini. Tetapi Donahoe mengatakan pendapatan harus flat-to-up dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada penutupan pasar Kamis, saham Nike turun kurang dari 1% tahun ini. Stok naik sekitar 22% dari tahun lalu, sehingga kini Nike bernilai US$ 157,7 miliar.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Penting! Panduan Baru WHO karena Covid Menular di Udara


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading