Anak Buah Trump Sebut Huawei Cs di-Backing Militer China

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
25 June 2020 15:51
In this Oct. 31, 2019, photo, attendees walk past a display for 5G services from Chinese technology firm Huawei at the PT Expo in Beijing. Chinese tech giant Huawei is asking a U.S. federal court to throw out a rule that bars rural phone carriers from using government money to purchase its equipment on security grounds, announced Thursday, Dec. 5, 2019. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyebut perusahaan-perusahaan top China termasuk Huawei Technologies dan Hikvision dimiliki dan dikendalikan oleh militer.

Hal ini terungkap dalam dokumen Departemen Pertahanan yang mencantumkan 20 perusahaan yang beroperasi di AS yang dituding disokong oleh militer China. Dokumen tersebut juga memasukkan nama China Mobile Communication Group dan China Telecommunication Corp serta produsen pesawat Aviation Industri Corp.

Daftar ini disusun berdasarkan Undang-Undang AS tahun 1999 yang menugaskan Departemen Pertahanan membuat list perusahaan militer China yang beroperasi di AS, termasuk yang 'dimiliki atau dikendalikan' oleh Tentara Pembebasan Rakyat China yang menyediakan layanan komersial, memproduksi dan mengekspornya.


Pengungkapan ini tidak memicu hukuman pada perusahaan, tetapi presiden dapat menggunakan data ini sebagai dasar menjatuhkan sanksi yang dapat mencakup pemblokiran semua properti dari pihak yang terdaftar.

Huawei, China Mobile, China Telecom, AVIC dan Kedutaan Besar China di Washington tidak menanggapi permintaan komentar, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2020).

Gedung Putih tidak berkomentar apakah akan memberikan sanksi kepada perusahaan dalam daftar tersebut, tetapi seorang pejabat senior administrasi mengatakan daftar itu dapat dilihat sebagai "alat yang berguna bagi Pemerintah AS, perusahaan, investor, lembaga akademis, dan mitra sejenis untuk melakukan uji tuntas sehubungan dengan kemitraan dengan entitas-entitas ini."

Daftar ini kemungkinan akan menambah ketegangan antara kedua negara adikuasa ini, yang telah berselisih tentang penanganan pandemi virus corona dan langkah China untuk memberlakukan undang-undang keamanan di Hong Kong.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading