Internasional

Dexamethasone Manjur Sembuhkan Covid-19, Ini Respons WHO

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
17 June 2020 09:55
FILE PHOTO: A person holds pharmaceutical tablets and capsules in this picture illustration taken in Ljubljana September 18, 2013.  REUTERS/Srdjan Zivulovic/File Photo

Jakarta, CNBC IndonesiaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi lampu hijau pada riset terbaru, yang menyebut dexamethasone (deksametason) sebagai obat yang mampu menolong pasien serius Covid-19 bertahan hidup.

"Ini adalah berita bagus dan saya mengucapkan selamat pada pemerintah Inggris dan Universitas Oxford," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagaimana dikutip AFP, Rabu (17/6/2020).



Ia mengatakan hal ini adalah terobosan baru. "Ini bisa menyelamatkan banyak nyawa," tegasnya lagi.

Sebelumnya sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa obat yang tersedia luas dipasaran, bisa membantu menyelematkan nyawa pasien corona.

Obat tersebut adalah deksametason, yang selama ini digunakan untuk mengatasi peradangan, reaksi elergi dan penyakit autoimun.




Sebagaimana ditulis CNBC International, hasil uji coba telah diumumkan Selasa (16/6/2020). Deksametason bisa mengurangi tingkat kematian akibat Covid-19 hingga 1/3 pada kasus-kasus serius.

Ilmuan menyebutnya "terobosan besar". Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa obat ini harus segera menjadi perawatan standar pada pasien.

"Hasilnya menunjukkan bahwa jika pasien yang memiliki Covid-19 dan menggunakan ventilator atau oksigen, lalu diberi deksametason, itu akan menyelamatkan nyawa, dan biaya-pun sangat rendah," kata Martin Landray, seorang Profesor Oxford yang ikut memimpin persidangan penelitian itu.

Percobaan dilakukan dengan membandingkan hasil dari 2.100 pasien yang mendapat deksametason, dengan 4.300 lainnya yang mendapat obat lain. Mereka dipilih secara acak.

Hasilnya, satu kematian bisa dicegah dengan pengobatan deksametason di antara setiap delapan pasien Covid-19 yang menggunakan ventilasi. Satu kematian bisa dicegah di antara 25 pasien Covid-19 yang menerima obat dan menggunakan oksigen.

"Ini adalah satu-satunya obat yang sejauh ini terbukti mengurangi angka kematian dan menguranginya secara signifikan," kata peneliti utama riset ini Peter Horby.

"Deksametason tidak mahal. Tersedia dan dapat segera menyelamatkan nyawa di seluruh dunia."

Namun, untuk yang tidak memerlukan dukungan alat pernapasan, tidak ditemukan manfaat dari pengobataan obat ini. Sehingga Horby menegaskan manfaat obat ini adalah "untuk bertahan hidup pada pasien yang memerlukan perawatan oksigen".

"Jadi deksametason sekarang harus menjadi standar perawatan pasien," tegasnya.

Corona telah menjangkiti 8 juta lebih orang di dunia. Sebanyak 400 ribu lebih orang, juga meninggal karena virus ini.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading