Cuan.. Tak Bakar Uang, Induk TikTok Cetak Laba Rp 45 T

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
28 May 2020 16:37
Induk Usaha TikTok, Bytedance
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilik aplikasi TikTok, ByteDance, mencatatkan laba fantastis pada 2019 lalu. Startup asal China ini berhasil mencetak laba bersih US$3 miliar atau setara Rp 45 triliun (asumsi Rp 15.000/US$).

Menurut Laporan Bloomberg dengan mengutip seorang sumber, pendapatan perusahaan mengalami peningkatan 2 kali lipat, dari US$7,4 miliar pada 2018 menjadi US$17 miliar pada 2019. Bytedance memiliki uang tunai US$6 miliar, seperti lansir dari CNBC International, Kamis (28/5/2020).


Bytedance didirikan oleh Zhang Yiming pada 2012. Perusahaan ini diperkirakan memiliki valuasi antara US$105 miliar hingga US$110 miliar yang akan menjadi Bytedance sebagai Hectocorn dan jadi perusahaan paling berharga di dunia.


Bahkan seorang analis berspekulasi valuasi perusahaan bisa mencapai US$180 miliar dalam initial public offering atau penawaran umum perdana (IPO).

Menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, Bytedance memiliki jajaran investor kelas kakap misalnya, SoftBank dan Sequoia, General Atlantic, Hillhouse Capital Group, Coatue, SIG Asia Investment, and Source Code Capital.

TikTok menjadi produk Bytedance yang paling populer. Ini adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk berbagi klip pendek hingga 15 detik. Menurut Sensor Tower, aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 2 miliar kali.

Hingga berita ini dipublikasikan ByteDance tak memberikan verifikasi kepada CNBC International.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading