Kabar Terbaru! Uji Vaksin Covid-19 Made in RI di 2021

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
28 May 2020 13:20
Peneliti melakukan pemisahan hasil ekstraksi tanaman herbal di di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisonal Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Puspitek, Tangerang Selatan,Rabu (6/5/2020). Saat ini laboratorium Cara Pembuatan Obat Tradisonal Baik (CPOTB) sedang menguji beberapa tanaman herbal yaitu ekstrak Cassia Alata (daun ketepeng badak) dan Dendrophtoe Sp (daun benalu) untuk dijadikan obat penyembuhan sekaligus penghambatan covid-19. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman saat ini tengah mengembangkan vaksin untuk menangkal virus corona Covid-19. Rencananya tahun depan vaksin itu sudah bisa dilakukan uji klinis.

Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio mengatakan pihaknya saat ini sedang mengembangkan recombinant protein vaccines. Pengembangan recombinant protein itu dibuat berdasarkan 7 genom SARS-CoV-2. Di mana ketujuh genom tersebut sudah dikirim ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

"Kita sudah mulai dengan 7 whole genome sequence dari Eijkman dan 2 whole genome sequence dari Universitas Airlangga [Unair]. Dari sini kita bisa mempelajari struktur genome dari virus yang beredar di Indonesia agar bisa mendapatkan informasi bagian dari virus mana yang paling tepat untuk dijadikan vaksin," jelas Amin kepada CNBC Indonesia, Rabu (27/5/2020).


Dikatakan Amin, pihaknya tidak menemukan kendala yang berarti dari sisi teknologi. Namun, secara teknis dalam mengumpulkan datanya, Eijkman kesulitan untuk mendapatkan bahan penelitian yang diperlukan.


"Secara teknologi tidak ada kendala. Tapi yang ada itu adalah permasalahan ketika kita harus mengimpor reagen, sedangkan sekarang transportasi juga dibatasi dan kita harus bersabar," jelas Amin.

Oleh karena itu, lanjut Amin, dalam mengembangkan vaksin ini dibutuhkan waktu yang sangat lama. Dan kemungkinan baru bisa dilakukan uji klinis pada awal tahun depan.

"Masih butuh waktu lama. Kita harapkan bisa di Semester I-2020, dari Eijkman bisa memberikan bibitnya ke industri sehingga bisa dilanjutkan ke uji klinik," kata Amin melanjutkan.

Amin memastikan bahwa vaksin yang sedang dikembangkan saat ini akan sesuai dengan apa yang terjadi dan berkembang di Indonesia.

"Data ini akan kita pakai untuk memastikan bahwa vaksin yang dikembangkan nanti memang sesuai dengan yang berkembang di Indonesia,"

Terpisah, Menteri Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakn, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 miliar khusus untuk melakukan riset vaksin corona yang sedang dikembangkan oleh LBM Eijkman saat ini.

Bambang memastikan, LBM Eijkman merupakan salah satu lembaga penelitian yang kredibel dan berpengalaman untuk mengembangkan vaksin dari penyakit-penyakit menular yang ada di wilayah tropis.

"Karenanya Eijkman sudah memiliki fasilitas dan kapasitas untuk penelitian virus. Di awal Kemenristek menyiapkan Rp 5 miliar khusus untuk riset tahap awal," jelas Bambang dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia TV, dikutip Kamis (28/5/2020).

Menurut Bambang, bagian kritikal dari pengembangan vaksin virus coroan buatan Indonesia ini adalah dari uji klinis dan produksi. Karena untuk melakukan itu, dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

Maka dari itu, kemungkinan dalam melakukan uji klinis dan produksi masal vaksin virus corona ini, PT Bio Farma akan mendukung pembiayaannya.

"Biayanya mungkin akan didukung oleh Bio Farma dan akan didukung oleh Kementerian Kesehatan. Karena distribusi dari Kemenkes dan anggarannya akan jatuh di tahap produksi dan distribusi," jelas Bambang.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading