Klaim Hacker: Data KPU Bocor Capai 200 Juta DPT

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
22 May 2020 13:07
Infografis/ Hadiah fantastis untuk program Bounty bug/Aristya Rahadian Krisabella Foto: Infografis/ Hadiah fantastis untuk program Bounty bug/Aristya Rahadian Krisabella
Jakarta, CNBC Indonesia - Hacker mengklaim telah mencuri 200 juta data Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari Situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat ini hacker itu sudah membagikan 2,3 juta data DPT di Forum hacker.

Informasi ini dibocorkan oleh akun twitter @underthebreach. Mereka menyebut dirinya sebagai perusahaan Israel yang mengawasi kasus kebocoran data di internet.


"Aktor telah membocorkan 2,3 juta data warga Indonesia. Data termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir dan lain sebagainya," ujar @underthebreach seperti dilansir Jumat (22/5/2020).


"Data tersebut berasal dari tahun 2013 dan aktor tersebut mengklaim memiliki 200 juta data warga Indoensia yang akan dibukakan segera.


Founder of Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto, 2,3 juta data yang sebarluaskan di forum hacker adalah data pemilih tetap penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Diantaranya, Kota/kabupaten Bantul, Gunung Kidul, kota, Kulonprogo dan Sleman.

"Bisa dipastikan data ini bocor dari KPU, entah itu KPUD ataupun KPU Pusat. Isi datanya dalan sekumpulan DPT (Daftar Pemilih Tetap) dari semua TPS (Tempat pemungutan Suara)," ujar Teguh melalui akun twitter @secgron, Jumat (22/5/2020).


Berdasarkan penelusuran Teguh, data yang bocor termasuk nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), tempat dan tanggal lahir, umur, jenis kelamin, status perkawinan hingga alamat lengkap.

"Semua data tersedia dalam bentuk PDF yang sudah disortir berdasarkan TPS," terangnya.


(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading