Jokowi & Anies Kompak Sarankan Warga Mudik Virtual, Artinya?

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
22 May 2020 10:11
Infografis, Jokowi Ajak Masyarakat Mudik Digital Foto: Infografis/Mudik Digital/Edward Ricardo
Jakarta, CNBC Indonesia - Ramadan segera berakhir dan Lebaran tiba. Tetapi Idul Fitri 2020 berbeda dari tahun sebelumnya, sebabĀ mudik ke kampung halaman dilarang, pilihannya mudik virtual.

Mudik Virtual disarankan oleh Anies Baswedan kepada warga Jakarta dan Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk melakukan mudik virtual kepada seluruh warga Indonesia.

"Jangan ada mudik lokal, yang boleh adalah mudik virtual," ujar Anies dalam keterangan pers seperti dikutip Jumat (22/5/2020).


Alasan dari perubahan ini adalah mencegah penyebaran virus corona Covid-19. Mudik ke kampung halaman demi berlebaran bisa berefek meningkatkan pasien positif corona di Indonesia. Pasiennya adalah sanak saudara di kampung halaman. Bisa saja virus ini terbawa oleh mereka yang mudik.

Dalam video yang diunggahkan di media sosialnya, Jokowi mengungkapkan mudik digital sebagai bentuk silaturahmi bersama keluarga melalui panggilan video bersama (video call) keluarga.

"Seluruh dunia saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19. Maka dari itu, cara paling bijaksana adalah tidak melakukan perjalanan mudik untuk melindungi keluarga di kampung halaman. Dengan bersabar dan menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini," ujarnya seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (11/5/2020).

Jadi mudik virtual adalah bersilaturahmi dengan keluarga dalam suasana Lebaran dan Idul Fitri dengan menggunakan aplikasi video call. Melakukan mudik virtual sangatlah mudah. Banyak aplikasi yang menyediakan video call gratis. Misalnya, Zoom, WhatsApp, Google Duo dan lain sebagainya.


[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading