Wahai Startup, Ini Tips Sukses Bertahan di Tengah Covid-19

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
13 May 2020 20:22
Telkom
Jakarta, CNBC Indonesia- Setelah pandemi COVID-19 berlalu diperkirakan banyak perubahan dalam pola perilaku masyarakat. Untuk itu perusahaan rintisan (startup) harus jeli dalam membuat inovasi yang berguna bagi masyarakat.

CSO Telkom Group Achmad Sugiarto mengatakan kuncinya adalah sinergi startup untuk memberikan manfaat yang lebih besar. Kondisi saat ini menurutnya juga menjadi transisi untuk hidup yang lebih baik, terutama dalam menghadapi situasi setelah COVID-19.

"Siapa yang memiliki dengan cepat 'Three Drivers of Disruption' yaitu costumer, platform dan data, maka mereka yang akan berpotensi melahirkan portofolio tertentu yang luar biasa," katanya dalam Webinar series Behind The Wheel, Rabu (13/05/2020).


"Lalu kenapa MDI Ventures sebagai CVC (Corporate Venture Capital) PT Telkom melahirkan ide perlu bekerja samanya dengan startup-startup seperti inisiasi Indonesia Bergerak, hal ini disebabkan karena faktor waktu dan kebutuhan yang sangat mendesak sehingga dibutuhkan orientasi kuat dan cepat untuk melahirkan karya dari hasil sinergi yang disruption untuk kepentingan yang lebih besar untuk Bangsa dan masyarakat."

TelkomFoto: Indonesia Bergerak Initiatives (Doc. Telkom)

Dengan startup yang saling bersinergi maka kapabilitas untuk memberikan dampak kepada masyarakat semakin besar, dibandingkan bergerak sendiri. Dia mencontohkan dalam situasi COVID-19, kerja sama startup bidang kesehatan, sosial, dan juga relawan teknologi informasi komunikasi (TIK) bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.


Melalui teknologi, startup yang tengah tumbuh memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan, asalkan bisa jeli membuat inovasi yang berguna dan membangun ekosistem.

"Kebayang bahwa yang akan kita lakukan adalah benefit untuk masyarakat dengan cepat, ini langkah nyata dalam masa seperti ini. Kuncinya ada sinergi," katanya.

Beberapa startup seperti Alodokter, Ospigo, Human Initiative, hingga Relawan TIK pun masing-masing bergerak menjawab kebutuhan masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Co-Founder and Director Alodokter Suci Arumsari mengatakan di masa pandemi ini kebutuhan masyarakat akan konsultasi kesehatan semakin besar sehingga Alodokter mempersiapkan platformnya agar siap mendampingi masyarakat di masa pandemi ataupun setelah pandemi. Peningkatan kebutuhan akan telemedicine tercermin dari jumlah pageview Alodokter yang naik 50% dari 66 juta pageview menjadi 99 juta pageview di akhir Maret.

"Adanya keterbatasan untuk berkonsultasi medis secara normal mengubah paradigma masyarakat di era COVID-19 ini. Setiap harinya ada 20 ribu chat untuk konsultasi medis, sehingga Alodokter juga memberikan informasi yang mudah dicerna. Sehingga masyarakat juga tidak termakan hoaks kesehatan," kata Suci.

CEO Ospigo Edward Jusuf mengatakan semula perusahaannya fokus pada pariwisata kini juga harus melakukan penyesuaian. Di masa pandemi ini Ospigo melakukan channel manager bekerja sama dengan rumah sakit, sehingga bisa dialukan input data ketersediaan kamarnya.

"Ke depannya kita bisa lakukan integrasi dengan pemerintah daerah, sehingga memiliki satu sistem ketersediaan kamar dan kebutuhan rumah sakit daerah hingga puskesmas. Sehingga pemerintah daerah juga bisa update," kata Edward.

TelkomFoto: doc. Telkom
Telkom

Dia mengakui saat awal melakukan perubahan ini ada kerumitan dalam pengisisian data, tetapi ketika sudah masuk pada proses ketersediaan kamar rumah sakit sudah jauh lebih mudah. Langkah ini menurutnya berguna buka hanya saat pandemi, melainkan pasca pandemi COVID-19.

President at Human Initiative Tomy Hendrajati juga mengakui ada perubahan yang terjadi pada pola berdonasi saat pandemi ini, dan nantinya setelah COVID-19 berhasil dilewati. Tomy mengatakan cara berdonasi tidak lagi bisa dilakukan dengan cara tradisional, tetapi masyarakat baik personal dan perusahaan membutuhkan platform digital untuk berdonasi.

"Di fase awal pandemi ini, masyarakat secara individu memiliki semangat untuk berdonasi. Awalnya memang hanya secara individu, lama-lama perusahaan dalam bentuk CSR, sehingga kami pun harus memperkuat akses untuk masyarakat berdonasi," katanya.

Ketua Umum Relawan TIK Fajar Eri Dianto juga mengakui harus ada sinergi antar startup sehingga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menjaga data pribadi. Pasalnya di masa pandemi ini, masyarakat "dipaksa" untuk lebih memanfaatkan teknologi lebih dari biasanya.

Tetapi tingkat literasi masyarakat di setiap daerah berbeda, sehingga dibutuhkan pendampingan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga data pribadi.

"Bagaimana data penting dilindungi apa yang bisa di-share mana yang tidak, bagaimana kita sebagai pemilik aplikasi menyimpan data. Karena begitu pandemi terjadi, kita sempat kebingungan dengan kebutuhan akan teknologi ini tetapi kami mulai merapat ke masing-masih pemerintah daerah," kata Fajar.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading