New Normal, Twitter Izinkan Karyawan Kerja di Rumah Selamanya

Redaksi,  CNBC Indonesia
13 May 2020 11:13
New Normal, Twitter Izinkan Karyawan Kerja di Rumah Selamanya
Foto: CEO Twitter Jack Dorsey berpidato di depan balai kota di Institut Teknologi India (IIT) di New Delhi, India, 12 November 2018. REUTERS / Anushree Fadnavis
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa karyawan Twitter akan tetap kerja dari rumah atau tidak kembali ke kantor selamanya meski virus corona Covid-19 sudah berlalu. Ini adalah kebijakan terbaru CEO Twitter Jack Dorsey.

Pada Selasa (12/5/2020), Jack Dorsey mengirimkan email kepada seluruh karyawan untuk memberi tahu mereka bahwa mereka diizinkan untuk bekerja dari rumah secara permanen, bahkan setelah lockdown virus corona Covid-19 dicabut.


Namun, beberapa pekerjaan yang memerlukan kehadiran fisik, seperti memelihara server, akan dimintakan kembali masuk kerja atau ngantor.

Dalam emailnya, Dorsey juga mengatakan kemungkinan Twitter tidak akan membuka kantor sebelum September 2020, dan perjalanan bisnis akan dibatalkan sampai tenggat waktu itu, dengan sangat sedikit pengecualian.

Twitter juga akan membatalkan semua acara tatap muka selama sisa tahun ini, dan mengkaji ulang rencana tahun 2021 akhir tahun ini. Kabar baik lainya, Twitter menaikkan tunjangan untuk bekerja dari rumah menjadi US$ 1.000 untuk semua karyawan.

"Kami menggunakan pedekatan yang sangat bijaksana untuk masalah ini sejak awal dan menjadi salah satu perusahaan pertama yang menerapkan work from home," ujar juru bicara Twitter seperti dikutip dari Buzzfeed News, Rabu (13/5/2020). "Kami akan terus menjadi, dan akan terus mengutamakan keselamatan orang-orang dan komunitas kami."

Twitter mendorong karyawannya untuk mulai bekerja dari rumah pada awal Maret 2020 ketika virus corona mulai menyebar di AS. Beberapa perusahaan teknologi lain juga melakukan hal yang sama, termasuk Microsoft, Google, dan Amazon.

[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Penuh Penyesalan, Curhat Pendiri Twitter Soal Elon Musk


Most Popular
Features