Kisah CEO Twitter Sempat Galau, Sampai Mau Jadi Tukang Pijat!

Tech - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
07 February 2021 17:30
Twitter CEO Jack Dorsey addresses students during a town hall at the Indian Institute of Technology (IIT) in New Delhi, India, November 12, 2018. REUTERS/Anushree Fadnavis

Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa sangka, CEO Twitter, Jack Dorsey sebelum berkecimpung di dunia teknologi dan menjadi miliarder, pernah kepikiran berhenti dari industri teknologi. Dorsey nyaris hampir berhenti untuk mewujudkan keinginannya yang sangat bertolak belakang: menjadi seorang perancang busana dan tukang pijat.

Saat ini, Dorsey yang berusia 44 tahun adalah CEO Twitter dan perusahaan pembayaran seluler Square. Ia diperkirakan memiliki kekayaan bersih pribadi sebesar $12,9 miliar menurut Forbes.

Sebelum menjadi salah satu pendiri Twitter pada tahun 2006, Dorsey melanglangbuana dari satu perusahaan rintisan ke perusahaan lainnya di Silicon Valley menjadi seorang pengembang web. CNBC International menuliskan, ide awal mengembangkan media sosial Twitter sebetulnya bermula sejak tahun 2000 silam.


Namun selama enam tahun berikutnya, Dorsey sering bimbang antara komitmennya pada karier sebagai pengembang web dan keinginan untuk keluar dari industri teknologi sama sekali karena dia semakin frustrasi.

Misalnya, setelah Dorsey keluar dari Universitas New York satu semester sebelum lulus dan dipecat dari perusahaan rintisannya sendiri, sebuah perusahaan daring untuk pengiriman taksi dan jasa kurir, dia pindah kembali ke St. Louis, tempat dia dibesarkan.

"Saya merasa seperti orang gagal," kata Dorsey kepada The New Yorker.

Di St. Lious, Dorsey mengejar berbagai minat, termasuk menjadi ilustrator tumbuhan dan sifat tumbuhan untuk tujuan ilmiah hingga menjadi terapi pijat, meski akhirnya ia mengurungkan niatnya setelah kembali ke San Fransisco.

Dalam laporan New Yorker, ia juga senang mengunjungi Kebun Raya Missouri, tempat dia belajar menggambar pohon beringin, dengan akar bercabangnya.

Sementara itu, ketertarikannya pada dunia desain mode karena Dorsey mengagumi karya pembuat jeans Scott Morrison, pendiri merek jeans seperti Paper Denim & Cloth.

Namun faktanya, hanya sebulan sebelum Twitter secara resmi diluncurkan pada Maret 2006, Dorsey dilaporkan mengatakan kepada sesama pendiri Twitter, Noah Glass, mengenai sempat terlontarnya wacana Dorsey keluar dari industri ini.

″Saya akan berhenti dari teknologi dan menjadi perancang busana," kata Dorsey kepada Glass, dalam buku yang ditulis Nick Bilton tahun 2013, "Hatching Twitter: A True Story of Money, Power, Friendship, and Betrayal."

Selama hari-hari awalnya sebagai CEO Twitter, Dorsey mengambil kelas desain mode di Apparel Arts, sebuah sekolah desain di San Francisco.Bilton melaporkan bahwa Dorsey akan meninggalkan kantor Twitter sekitar jam 6 sore untuk kelas menggambar, sesi yoga panas, dan kursus di sekolah mode lokal.

Pada satu titik, salah satu pendiri Twitter Evan Williams dilaporkan memberi tahu Dorsey: "Anda bisa menjadi perancang busana atau CEO Twitter. Tapi Anda tidak bisa menjadi keduanya," menurut Bilton.

Sementara itu, di sekolah desain, Dorsey pernah membuat sketsa dan mendesain dua item pakaian: rok pensil dan rok asimetris. Menurut The New Yorker, Dorsey mengambil rok yang sudah jadi dan menaruhnya di lemari namun akhirnya, ia membuangnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading