Efek Covid-19

Saat Karyawan Google Curhat Gak Dapet Fasilitas Enak Lagi

Tech - tahir saleh, CNBC Indonesia
07 May 2020 08:12
Google CEO Sundar Pichai (Reuters/Beck Diefenbach)

Jakarta, CNBC Indonesia - Google, anak usaha Alphabet Inc, diketahui mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan karyawan perusahaan yang bekerja dari rumah (work from home) di kala pandemi virus corona (Covid-19).

Kini karyawan Google tak bisa lagi mengklaim biaya makanan atau biaya olahraga saat work from home (WFH) kendati para karyawan sebetulnya memiliki fasilitas uang tambahan dari kegiatan yang tidak digunakan atau anggaran perjalanan.

Menurut dokumen yang diperoleh CNBC International, perusahaan yang dipimpin oleh Sundar Pichai ini mengeluarkan kebijakan yang diperbarui ini dalam minggu terakhir yang menyebutkan karyawan tidak bisa mengklaim pembayaran tunjangan saat bekerja dari rumah, termasuk biaya makanan, kebugaran, perabot kantor rumah, dekorasi atau hadiah.

Kebijakan tersebut juga menyatakan bahwa karyawan 'raksasa mesin pencari' ini tidak dapat menggunakan anggaran yang tidak digunakan untuk keperluan seperti membeli makanan untuk diri mereka sendiri atau tim mereka selama rapat virtual atau sumbangan ke badan amal apa pun.


Klarifikasi soal pemangkasan sejumlah fasilitas ini juga dibenarkan beberapa karyawan, yang sebelumnya menikmati tunjangan yang besar sebagai salah satu keuntungan bekerja di Google. Mereka sebetulnya berharap biaya-biaya tunjangan itu bisa dipertahankan setelah ada kebijakan WFH karena pandemi Covid-19.

Efisiensi itu juga tampak ketika para eksekutif Google memperketat anggaran di tengah kondisi yang mereka istilahkan sebagai Q2 "tersulit".

CNBC sebelumnya melaporkan bahwa Google memotong anggaran pemasaran hingga setengahnya, menunda rekrutmen karyawan baru di berbagai bagian di seluruh perusahaan dan menarik kembali sumber daya pelatihan keterampilan bagi banyak pekerjanya.

Namun seorang juru bicara Google menolak mengomentari kebijakan terbaru ini. Dia hanya menyatakan bahwa perusahaan memiliki beberapa "upaya di seluruh perusahaan" termasuk mempersiapkan dana bisnis kecil untuk menangani dampak Covid-19 dan menyediakan dana yangd disebut San Francisco Bay Area COVID-19 Fund atau Dana COVID-19 untuk Wilayah Teluk San Francisco.

Selain itu, banyak divisi yang memiliki anggaran untuk acara internal dan perjalanan yang tidak digunakan juga dibatalkan. Hal itu terungkap dalam pos tanya jawab internal Google yang diperoleh CNBC. Biaya-biaya itu tak bisa dialihkan untuk apa pun di luar tujuan aslinya.

"Ini termasuk biaya mengirim kotak makanan ringan atau hadiah kepada para karyawan Google atau mengizinkan tim divisi untuk menghabiskan sarapan/makan siang/makan malam sebagai bagian dari rapat virtual," kata perusahaan itu di perbincangan forum, dikutip CNBC International, Kamis (7/5/2020).


"Kebijakan ini membantu memastikan pelaporan dan kepatuhan pajak, serta konsistensi dan keadilan bagi Googler lintas tim," tulis Google.

Anggaran yang tidak digunakan ini juga tidak dapat dialihkan untuk sumbangan atau amal.

"Kita tahu bahwa para karyawan Google ingin menyumbang ke komunitas mereka dan memberikan bantuan untuk Covid-19, tetapi anggaran acara internal tidak boleh disumbangkan ke badan amal/organisasi lokal," kata Google dalam forum itu. Google juga menambahkan bahwa jika pekerja ingin tetap membantu penanganan Covid-19, mereka dapat melihat situs web internal yang merinci bagaimana bentuk partisipasi yang diperbolehkan.

Makanan gratis nihil

Selain itu, topik makanan gratis juga menjadi 'sajian' hangat perbincangan di antara para karyawan Google yang bekerja dari rumah, yang pernah menikmati banyak pilihan kafetaria dan minuman gratis di kantor Google.

Para karyawan sering mendiskusikan topik secara internal melalui email dan di situs pembuat lelucon meme, Memegen, sebagaimana terungkap dari potongan atau screenshot layar yang dibagikan kepada CNBC.

Forum online populer Hacker News pun diisi dengan diskusi dan keluhan dari para pekerja Google yang tampak meratapi hilangnya fasilitas makanan dan minuman gratis ini.

"Produktivitas saya juga menurun. Karena (a) saya tidak punya mesin kopi di rumah, dan akhirnya harus berjalan kaki sejauh satu mil ke Starbucks atau berjuang melawan rasa kantuk di pagi hari; (b) Sekarang saya perlu memasak, mencuci piring, dll, yang sebelumnya ditangani oleh kafetaria kantor," kata salah seorang karyawan Google di situs tersebut.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading