Ojol Dilarang, Driver Tuntut Kompensasi BLT & Sembako!

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
10 April 2020 13:01
Para driver ojek online menyuarakan protes keras mereka yang berisi 3 tuntutan, baik untuk pemerintah maupun perusahaan
Jakarta, CNBC Indonesia - Gabungan ojek online (ojol) mengaku kecewa terhadap pelarangan beroperasi mengangkut penumpang disaat berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka mengatakan bahwa kebijakan ini memutus penghasilan hariannya.

"Kami mendukung kebijakan dan siap patuh PSBB di DKI Jakarta, Jabodetabek, dan Nasional namun jangan hilangkan penghasilan kami dan layanan penumpang ojek online, kami akan patuhi protokol kesehatan," tulis Asosiasi Pengemudi Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia, dalam keterangan pers, (10/4/2020).

Seperti yang telah diketahui bahwa pada hari ini, Jumat, (10/4/2020), layanan Grabbike dan Goride telah dihentikkan sementara selama PSBB berlangsung di Jakarta.


Garda ojol pun memprotes keras dengan membuat tiga tuntutan kepada pemerintah yang disebutkan pada Tritura Ojol 10/4/2020, sebagai berikut :



1. Evaluasi kembali kebijakan ojol dilarang membawa penumpang. "Kami menuntut kepada pembuat kebijakan agar mengijinkan ojol dapat membawa penumpang kembali," tulisnya.

2. Apabila pembuat kebijakan tetap memaksakan ojol dilarang membawa penumpang, maka berikan ojol kompensasi berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), bukan hanya berupa sembako, karena kebutuhan tiap individu masing-masing berbeda dan agar ekonomi rakyat tetap berjalan.

3. Untuk perusahaan aplikator agar menurunkan potongan menjadi 10% atau untuk sementara di masa pandemi COVID-19 ini. "HILANGKAN POTONGAN PENDAPATAN OJOL," tegas Garda.




[Gambas:Video CNBC]




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading