Wah, Obat Ini Disebut Bisa Hentikan Infeksi Covid-19

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
06 April 2020 18:20
Tim internasional ini diklaim telah menemukan obat percobaan yang secara efektif memblokir  virus covid-19 menginfeksi inangnya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Tim internasional yang dipimpin oleh peneliti dari Universitas British Columbia, Dr. Josef Penninger diklaim telah menemukan obat percobaan yang secara efektif memblokir pintu masuk yang digunakan SARS-CoV-2 atau virus corona Covid-19 untuk menginfeksi inangnya.

Temuan ini dipublikasikan pada 2 April lalu di Cell Press, yang disebutkan sebagai obat yang mampu menghentikan infeksi awal virus corona, seperti dilansir dari ScienceDaily, (6/4/2020).


Selain itu, studi ini memberikan wawasan baru tentang aspek utama dari SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, dan interaksinya pada tingkat sel serta bagaimana virus dapat menginfeksi pembuluh darah dan ginjal.


"Kami berharap hasil kami memiliki implikasi untuk pengembangan obat baru guna pengobatan pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," kata Penninger, profesor fakultas kedokteran UBC, direktur Life Sciences Institute dan Canada 150 Research Chair in Functional Genetics di UBC.

Ia menambahkan, pekerjaan ini adalah hasil dari kolaborasi antara peneliti dan perusahaan akademis, termasuk kelompok gastrointestinal Dr Ryan Conder dari STEMCELL Technologies di Vancouver, Nuria Montserrat asal Spanyol, Drs Haibo Zhang dan Art Slutsky dari Toronto, serta tim biologi infeksius Ali Mirazimi di Swedia.

ACE2 - protein di permukaan membran sel - yang dipercaya merupakan pintu masuk virus corona. Dalam penelitian sebelumnya, Penninger dan rekan-rekannya mengidentifikasi ACE2, dan menemukan bahwa pada organisme hidup, ACE2 adalah reseptor utama untuk SARS, penyakit pernapasan akibat virus yang diakui sebagai ancaman global pada tahun 2003.

"Studi baru kami menyediakan bukti langsung yang sangat dibutuhkan bahwa obat - disebut APN01 (angiotensin-converting enzyme 2 - hrsACE2) - yang akan segera diuji dalam uji klinis oleh perusahaan biotek Eropa Apeiron Biologics, berguna sebagai terapi antivirus untuk COVID-19, " kata Dr. Art Slutsky, seorang ilmuwan di Pusat Penelitian Keenan untuk Ilmu Biomedis Rumah Sakit St. Michael.

Penelitian ini didukung sebagian oleh pemerintah federal Kanada melalui dana darurat yang berfokus pada percepatan pengembangan, pengujian, dan implementasi langkah-langkah untuk menghadapi wabah COVID-19.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading