Diputusin Google Android, Huawei Hilang Pendapatan Rp 192 T

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
02 April 2020 06:35
Tak lagi bekerja sama dengan Google Android ternyata berdampak negatif pada bisnis Huawei Technologies.
Jakarta, CNBC Indonesia - Tak lagi bekerja sama dengan Google Android ternyata berdampak negatif pada bisnis Huawei Technologies. Raksasa teknologi China ini mencatatkan perlambatan pertumbuhan kinerja keuangan pada 2019 setelah Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi.

Pada 2019, Huawei mencatatkan pendapatan sebesar US$123 miliar atau naik 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih sebesar US$9 miliar atau hanya tumbuh 5,65& (yoy).


Bila dilihat pertumbuhan laba 2019 cukup kecil dan melambat dibandingkan dua tahun sebelum. Pada 2017, laba Huawei tumbuh 28% dan 2018 laba tumbuh 25%.


Rotating Chairman Huawei, Eric Xu mengakui Huawei tidak mencapai target perusahaan. Pada awal 2019, Huawei memproyeksikan pendapatan sekitar US$ 123 miliar. Tetapi pada April tahun lalu, pihaknya merevisi target itu menjadi US$ 135 miliar.

Eric Xu menyebut sanksi AS sebagai biang kerok tak tercapainya target bisnis perusahaan. Pada Mei 2019, Donald Trump mendeklarasikan Darurat Nasional Teknologi yang membuat Huawei dimasukkan dalam blacklist.

"Kami tidak memenuhi target revisi kami, di angka US$ 135 miliar. Kami kekurangan US$ 12 miliar dari target. Ini adalah hasil dari sanksi AS," ujar Eric Xu, seperti dilansir dari CNBC International, Selasa (31/3/2020).

"Kami harus menghadapi tantangan keberlanjutan pasokan dan kami harus mengatasi tantangan pasokan dalam jangka pendek, sehingga dapat memasok produk-produk terbaik kepada pelanggan kami. Dan kami juga harus meningkatkan investasi di R&D (penelitian dan pengembangan) kami."

Konsekuensi sanksi Trump ini, perusahaan AS harus dapat izin dari departemen perdagangan AS bila ingin berbisnis dengan Huawei. Masalahnya Google tidak dapat lisensi untuk berbisnis dengan Huawei hingga kini.

Akibatnya Google tidak bisa memberikan lisensi Android kepada Huawei yang membuat ponsel yang akan dirilis Huawei setelah sanksi dijatuhkan tidak bisa menggunakan aplikasi bawaan Google seperti Play Store, YouTube, Chrome dan lain sebagainya. Ini membuat ponsel Huawei tak di mintai di luar China.

Dua smartphone andalan Huawei yang meluncur tahun lalu Huawei Mate 30 dan Huawei P40 dirilis tanpa aplikasi bawaan Google. Bagi pasar China, hal tersebut tidak masalah karena Google memang diblokir di China.

Namun di pasar luar China, kedua ponsel ini tidak terlalu diminati karena tidak tersedia aplikasi bawaan Google. Maklum, Android merupakan sistem operasi (OS) paling banyak dipakai di dunia.

Eric Xu menambahkan bisnis consumer yang paling terpukul dari unit usaha perusahaan. Pemasukkan anjlok US$10 miliar menjadi U$66,93 miliar. Divisi ini meliputi bisnis smartphone dan laptop.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading