Internasional

Ini Canggihnya Rudal Patriot AS yang Mau Dibeli Erdogan

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
21 February 2020 15:52
Ini Canggihnya Rudal Patriot AS yang Mau Dibeli Erdogan
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini ketegangan Turki dan Rusia semakin panas. Apalagi kalau bukan karena Suriah yang membuat kedua negara bersitegang.

Untuk mengantisipasi serangan balik dari Suriah yang dibantu Rusia, Pemerintah Turki yang mendukung kelompok anti pemerintah dilaporkan akan membeli sistem pertahanan rudal Patriot milik Amerika Serikat (AS).





Lantas apa keunggulan dari Patriot ini?

Dilansir dari Missile Defense Advocacy Allience, sistem pertahanan rudal Patriot sendiri berbasis di darat. Ia bertugas sebagai pencegat pertahanan misil bergerak yang digunakan oleh AS dan banyak negara lainnya.

Sistem Patriot dapat mendeteksi, melacak, dan menggunakan pesawat tanpa awak (UAV), rudal jelajah, dan rudal balistik jarak pendek atau taktis. Selain itu, Patriot telah diuji dalam operasi tempur di Timur Tengah selama Badai Gurun dan Operasi Kebebasan Irak dan telah digunakan untuk menurunkan lebih dari 100 rudal balistik taktis dalam operasi tempur.

Sistem Patriot terdiri dari lima komponen utama. Yakni satu set radar, stasiun kendali, peluncur rudal, dan rudal Patriot.

Perangkat radar terdiri dari AN / MPQ-53 C-band, sistem radar array bertahap yang multifungsi dan dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh stasiun kontrol MSQ-104. Radar ini mampu mendeteksi dan melacak lebih dari 100 target potensial dan memiliki jangkauan lebih dari 100 km.

Stasiun kontrol AN / MSQ-104 adalah satu-satunya bagian berawak dari unit Patriot dan dirancang untuk berkomunikasi dengan stasiun peluncuran, baterai dan markas Patriot lainnya, serta melacak dan memprioritaskan target. Stasiun kontrol biasanya diisi oleh tiga operator yang bertanggung jawab atas dua konsol dan stasiun komunikasi dengan tiga terminal relai radio.

Untuk memberi daya pada set radar dan sistem kontrol pengaktifan, setiap unit Patriot juga memiliki truk pembangkit listrik yang dilengkapi dengan dua generator 150-KW. Peluncur rudal dan rudal Patriot ikut melengkapi sistem pertahanan rudal yang ada di Patriot.

Setiap peluncur rudal memiliki empat tabung dan pengangkutan, meneropong lawan, dan menembakkan rudal. Peluncur rudal dapat ditempatkan secara terpisah dari stasiun radar dan kontrol dan dapat siap menembakkan rudal dalam waktu kurang dari 9 detik.

Setelah peluncuran rudal itu mengirimkan data kembali ke stasiun radar. Radar akan langsung melacak dan membantu membimbing rudal ke targetnya.





Sebelumnya, Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Ankar, mengatakan tak menutup kemungkinan negerinya menerima rudal pertahanan AS, terutama untuk melindungi pasukan negeri itu.

"Kami tidak memiliki niat untuk berhadapan dengan Rusia," katanya saat diwawancarai CNN Turk, sebagaimana dikutip AFP, Jumat (21/2/2020).

"(Namun) ada ancaman serangan udara, rudal, ke negeri kita (Turki) ... Mungkin (Turki) akan didukung Patriot (rudal buatan AS)."

Ia mengatakan pembelian Patriot untuk menopang militer Turki mungkin saja dilakukan. Meski, negeri itu mendapat kecaman dari AS, karena sebelumnya sempat membeli sistem pertahanan Rusia S-400.

"Kami adalah mitra dalam program ini," katanya lagi merujuk program jet tempur lain AS F-35, di mana Turki pernah di dalamnya sebelum akhirnya dikeluarkan karena membeli senjata Rusia.

Sementara itu, ditulis Bloomberg, permintaan itu sebenarnya sudah diajukan Turki ke AS sejak pekan lalu. Namun belum ada komentar resmi dari Washington.


[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading