Gojek Cs Kejar Profit, Era Bakar Uang Startup Segera Usai?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
13 February 2020 15:55
Gojek, Tokopedia, Bukalapak kini mencoba menghasilkan profit. Apakah ini tanda era bakar startup bakar uang usai?
Dulu tidak banyak investor yang rewel dengan aksi bakar uang startup. Strategi ini dinilai wajar untuk bisa dengan cepat menarik pengguna dan untuk menggambarkan prospek bisnis di masa depan.

Namun kondisi mulai berubah ketika dua startup andalan SoftBank, Uber Technologies (ride hailing) dan WeWork (co-working space) ingin mencatatkan saham di bursa saham AS. Kedua perusahaan ini mencatatkan kerugian yang besar karena aksi bakar uang dan subsidi pengguna. Investor pun mempertanyakan kemampuan startup untuk mencetak laba.


Akhirnya Uber yang berhasil IPO di bursa saham AS. Namun hingga kini investor malah rugi karena harga sahamnya masih berada di bawah harga IPO, yang menunjukkan investor ragu dengan fundamental perusahaan.


Sedangkan WeWork batal IPO. Padahal IPO menjadi jalan untuk menyelamatkan perusahaan dari kehabisan uang.

Mengutip Business Insider, Kamis (13/2/2020), menurut perhitungan Bernstein, startup yang dibikin Adam Neumann ini membakar US$2,8 miliar per tahun dan perusahaan akan berhenti beroperasi pada 2020 seandainya tidak lagi mendapatkan kucuran dana.

WeWork membutuhkan setidaknya USD 6 miliar agar dapat beroperasi dengan cashflow positif. Jika ada resesi ekonomi menghantam, angka tersebut bisa melonjak sampai USD 8 milia

Akhirnya SoftBank menyelamatkan perusahaan dengan menyuntikkan dana segar US$6,5 miliar ke WeWork. Bentuknya paket bailout US$5 miliar dan percepatan pencairan dana US$1,5 miliar ke WeWork.

SoftBank berencana melakukan tender offer saham SoftBank sebesar US$3 miliar untuk membeli saham milik pemegang saham eksisting dengan harga US$19,9 per saham. Pasca penyelamatan ini WeWork memiliki 80% saham WeWork.



(roy/miq)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading