Startup Unicorn Setop Bakar Uang, Awas Pengguna Kabur

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
13 February 2020 10:19
Startup unicorn Indonesia memilih fokus mencetak profit demi keberlangsungan perusahaan. Tapi meninggalkan strategi bakar uang memiliki pekerjaan besar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Startup unicorn Indonesia memilih fokus mencetak profit demi keberlangsungan perusahaan. Tapi meninggalkan strategi bakar uang dan kejar profit ternyata ada tugas besar yang harus dilakukan.

Bakar uang adalah strategi yang sekarang lazim dijalankan startup. Mereka menebar banyak diskon dan cashback demi menarik pengguna. Startup Gojek, Tokopedia, dan Bukalapak sudah mengumumkan akan mengurangi bakar uang.


Menurut ekonom INDEF Bhima Yudistira, kini banyak investor yang mulai menuntut untuk segera balik modal alias menghitung return of investment (ROI). Startup secepat mungkn mencatatkan profit.


Bhima Yudistira juga menyoroti soal dampaknya kebijakan ini kepada konsumen di mana mereka berpotensi mengurangi pembelian karena terbiasa menerima cashback atau promo.

"Dalam era digital itu tidak ada yang namanya costumer loyalty. Ketika promo selesai, bisa saja jadi switch (pindah) ke yang lain atau rem belanja. Jeleknya promo buat konsumen enggan membayar lebih dari jasa yang sama," jelasnya.

Bhima Yudistira menambahkan cashback dan diskon tak hilang sebab startup masih membutuhkannya untuk menjaga pangsa pasar (market share) tetapi kedua strategi ini diberikannya secara selektif.

"Misalnya saya yang biasa pakai transportasi online, dulu bisa dapat casback sampai 70%, itu kan aneh karena saya pakai jasanya bukan gara-gara dikasih cashback. Sekarang sudah jarang dapat promo. Mungkin mereka awalnya kasih promo ke semua penguna, sekarang pilih-pilih," ungkapnya.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading