Menhub Minta GrabCar Elektrik Diberikan Insentif Tambahan

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
27 January 2020 15:13
Apalagi menurutnya ada perbedaan harga antara GrabCar konvensional dan GrabCar Elektrik, sehingga dibutuhkan subsidi di awal pengoperasian.
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Grab Indonesia memberikan insentif kepada pengemudi Grab Car Elektrik. Apalagi menurutnya ada perbedaan harga antara GrabCar konvensional dan GrabCar Elektrik, sehingga dibutuhkan subsidi di awal pengoperasian.

"Saya pikir Grab harus memberikan insentif juga, karena ada perbedaan harga, saya yakin apabila di tahap awal Grab juga memberikan subsidi pasti bisa berjalan baik," kata Budi Karya, Senin (27/01/2020).


Sebelumnya Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan untuk di bandara Soekarno-Hatta ada penyesuaian tarif layanan Grab Car Elektrik sekitar 10-15%, dibandingkan Grab Car Airport biasa.


Saat ini Grab Indonesia telah mengoperasikan 20 unit Grab Car Elektrik di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Ridzki menilai secara ekonomis pendapatan pengemudi akan semakin baik, terutama untuk pengemudi terpilih Grab Car Elektrik.

Untuk tahap awal, pengemudi yang mengoperasikan Grab Car Elektrik masih menggunakan skema penyewaan. Namun pihak Grab tidak menutup kemungkinan adanya skema lain.

"Ini pilihan yang 20 yang terbaik. Menjadi bagian komitmen layanan kami. Penting sekali di Bandara karena banyak penumpang premium untuk memberikan kualitas terbaik, ditambah dengan Grab Car Electric salah satu yang terbaik," kata Ridzki.


Grab Indonesia juga menargetkan 500 unit mobil listrik bakal mengaspal di jalanan Jakarta hingga akhir 2020. Ridzki menyebut jika Grab menginginkan ada sekitar 2 juta mobil listrik yang bakal mengaspal di jalanan seluruh Indonesia pada tahun 2025.

"Kita selalu ikut roadmap untuk pemerintah Indonesia. Maunya 2 juta di tahun 2025. Targetkan akhir tahun ini bisa 500 unit nanti yg dioperasikan tentunya tergantung dengan sekarang yang sedang dibicarakan dengan pemerintah Indonesia," ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]





(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading