Trump 'Ngamuk' ke Apple iPhone, Ada Apa Lagi Sih?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 January 2020 10:32
Trump 'Ngamuk' ke Apple iPhone, Ada Apa Lagi Sih?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikenal dengan cuitan Twitter-nya yang sering menyerang banyak pihak. Kali ini jari Trump kembali beraksi dan menyerang Apple iPhone.

Dalam cuitan terbarunya, Trump kesal dengan Apple yang tak mau membuka sistem keamanannya untuk mengungkap kasus kejahatan padahal selama ini pemerintah banyak membantu Apple.


"Selama ini kami membantu Apple dalam perdagangan dan banyak isu lainnya, dan mereka masih saja menolak membuka ponsel yang digunakan oleh pembunuh, pengedar narkoba dan kejahatan lainnya," tulis Trump melalui akun twitter @realDonaldTrump, seperti dilansir Rabu (15/1/2020).


"Mereka harus melangkah maju dan membantu negara kita yang luar biasa, sekarang! Buat Amerika Kembali Berjaya."


Melansir CNBC International, cuitan Donald Trump ini terkait dengan pernyataan Jaksa Agung William Barr yang mengatakan Apple tidak memberikan "bantuan substantif" dalam membuka dua iPhone yang diduga sebagai pelaku penembakan di Pensacola, Florida (AS).

Pada 6 Desember 2019, terjadi aksi penembakan yang menewaskan tiga pelaut dan delapan orang terluka. Aksi ini dilakukan oleh mantan anggota militer Arab Saudi Mohammed Saeed Alshamrani, yang diduga terpapar radikalisme.

Apple sudah menolak tudingan tersebut dengan menyatakan mereka sudah memberikan informasi dalam gigabyte kepada penegak hukum dalam kasus ini tetapi Apple tidak mau membangun backdoor atau software khusus yang memberikan akses lebih kepada penegak hukum untuk masuk ke perangkat Apple.

Ini bukan kali pertama Apple digugat masalah keamanan perangkat. Pada 2016 Apple harus berhadapan dengan FBI dan Departemen kehakiman AS karena pemerintah menuntut untuk mendapatkan akses ke iPhone yang digunakan Syed Farook yang bertanggung jawab atas penembakan massal di San Bernardino, California, yang menewaskan 14 orang.

Kebuntuan berakhir ketika FBI menemukan vendor swasta yang tidak dikenal, yang meretas keamanan iPhone.

"Saya setuju 100% dengan pengadilan. Dalam hal ini kita harus membuka [iPhone], "kata Trump pada saat itu.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading