Roundup

Penjelasan Lengkap NASA Soal Temuan 2 Planet Bertabrakan

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 January 2020 06:40
Penjelasan Lengkap NASA Soal Temuan 2 Planet Bertabrakan Foto: Ilustrasi Asteroid (dok. NASA)
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan dua exoplanet yang bertabrakan. Keduanya saling bertubrukan di jalur sistem bintang BD+ 20 307 yang berjarak sekitar 300 tahun cahaya di rasi bintang Aries.

Dilansir dari Miror, Rabu (15/1/2020), kejadian ini terpantau karena puing-puing debu tingkat tinggi yang ada pada jalur sistem tersebut. Kejadian dua planet bertabrakan ini diperkirakan terjadi 10 tahun lalu.

"Sepuluh tahun yang lalu, para ilmuwan berspekulasi bahwa debu hangat dalam sistem ini adalah hasil dari tabrakan antar planet," ujar NASA dalam laporannya. "Sekarang, misi SOFIA NASA menemukan lebih banyak debu hangat, lebih jauh mendukung bahwa dua planet ekstrasur berbatu bertabrakan."


Meskipun kedua planet ini berada jauh dari tata surya kita. Namun NASA menyatakan temuan ini dapat membantu membangun gambaran yang lebih lengkap tentang sejarah tata surya.

NASA menyebut kalau tabrakan kedua planet tersebut mirip sekali dengan jenis peristiwa bencana yang akhirnya menciptakan Bulan. Bulan sendiri terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, atau sekitar 30-50 juta tahun setelah ditemukannya asal usul Tata Surya. 

Menurut Jan Heldmann, seorang ilmuwan dari NASA, Bulan tercipta dari puing-puing yang dilemparkan ke orbit oleh tabrakan besar-besaran antara Bumi-proto yang yang berukuran lebih kecil dengan planetoid lain, seukuran Mars.

"Awalnya Bulan berputar lebih cepat, tetapi karena tidak bulat sempurna dan menonjol sedikit di khatulistiwa, orbitnya melambat dan akhirnya menjadi terkunci secara tidal," ujar Heldmann.

Lebih lanjutnya, Heldmann mengibaratkan tonjolan di sepanjang garis Bumi-Bulan menyebabkan torsi, memperlambat putaran Bulan, sama seperti pemain skateboard yang secara bertahap terbuka untuk memperlambat putaran.

"Ketika putaran Bulan melambat cukup untuk menyamai laju orbitnya, tonjolan itu sejajar dengan Bumi, itulah sebabnya kita selalu melihat sisi yang sama dari Bulan," jelas Heldmann.


(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading