NASA Temukan Dua Planet Bertabrakan, Tanda Apa Ini?

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
13 January 2020 12:03
NASA Temukan Dua Planet Bertabrakan, Tanda Apa Ini?
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), telah menemukan adanya dua exoplanet bertabrakan di jalur sistem bintang BD +20 307, yang berjarak sekitar 300 tahun cahaya di rasi bintang Aries.

Fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada 10 tahun yang lalu. Hal ini terdeteksi oleh NASA karena puing-puing berdebu tingkat tinggi di jalur sistem tersebut, yang mengindikasikan kuat kalau dua planet telah bertabrakan.


Dikutip dari Mirror, (13/1/2020), NASA menjelaskan, "Sepuluh tahun yang lalu, para ilmuwan berspekulasi bahwa debu hangat dalam sistem ini adalah hasil dari tabrakan antar planet".


"Sekarang, misi SOFIA NASA menemukan lebih banyak debu hangat, lebih jauh mendukung bahwa dua planet ekstrasur berbatu bertabrakan," sambungnya.

Meskipun kedua planet ini berada jauh dari tata surya kita. Namun NASA menambahkan bahwa temuan ini dapat membantu untuk membangun gambaran yang lebih lengkap tentang sejarah tata surya.

Dalam laporannya, NASA juga menjelaskan kalau tabrakan kedua planet tersebut mirip sekali dengan jenis peristiwa bencana yang akhirnya menciptakan Bulan.

Bulan sendiri terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, atau sekitar 30-50 juta tahun setelah ditemukannya asal usul Tata Surya. 

Lebih jelasnya, Jan Heldmann, seorang ilmuwan dari NASA, menjelaskan Bulan tercipta dari puing-puing yang dilemparkan ke orbit oleh tabrakan besar-besaran antara Bumi-proto yang yang berukuran lebih kecil dengan planetoid lain, seukuran Mars.

"Awalnya Bulan berputar lebih cepat, tetapi karena tidak bulat sempurna dan menonjol sedikit di khatulistiwa, orbitnya melambat dan akhirnya menjadi terkunci secara tidal," ujar Heldmann.

Lebih lanjutnya, Heldmann mengibaratkan tonjolan di sepanjang garis Bumi-Bulan menyebabkan torsi, memperlambat putaran Bulan, sama seperti pemain skateboard yang secara bertahap terbuka untuk memperlambat putaran.

"Ketika putaran Bulan melambat cukup untuk menyamai laju orbitnya, tonjolan itu sejajar dengan Bumi, itulah sebabnya kita selalu melihat sisi yang sama dari Bulan," jelas Heldmann.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading