4 Negara Ini Bakal Dominasi Internet 5G, RI Jangan Tertinggal

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
19 December 2019 12:54
4 Negara Ini Bakal Dominasi Internet 5G, RI Jangan Tertinggal
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah studi dari GSMA Intelligence mengatakan bahwa Amerika Serikat, China, Jepang, dan Korea Selatan akan menjadi negara yang mendominasi jaringan seluler 5G super cepat pada tahun 2025.

Sedangkan untuk negara-negara di Eropa diprediksi akan tertinggal karena mereka bergerak lambat untuk membangun jaringan 5G. Dari segi bisnis, 5G akan dapat menjalankan pabrik 'pintar' menggunakan robot, perangkat, dan sensor yang terhubung.

"Ini akan menjadi sekelompok kecil negara yang memimpin dalam adopsi di 5G, dengan seluruh dunia mengikuti," Tim Hatt, kepala penelitian di GSMA Intelligence, dikutip dari Reuters, (19/12/2019).


"China, Jepang, Korea, dan AS - di antara mereka mendominasi lebih dari setengah pelanggan 5G di seluruh dunia pada tahun 2025," sambungnya.


GSMA Intelligence memperkirakan , di Korea, 66% koneksi seluler akan menjadi 5G pada pertengahan dekade, diikuti oleh Amerika Serikat pada 50% dan Jepang pada 49%.

Selain itu, China akan mendominasi dengan 600 juta koneksi 5G. Sedangkan di seluruh dunia, 1,57 miliar orang diperkirakan akan mengadopsi 5G pada tahun 2025 - atau 18% dari total pengguna ponsel.

Dari pengalaman awal menunjukkan bahwa operator dapat menaikkan tarif harga 5G hingga 15% -20%, serta akan menawarkan lebih banyak paket data tanpa batas.

Penerapan 5G Di Indonesia, Head of APAC GSMA, Julian Gorman, mengatakan Indonesia diprediksi akan siap mengimplementasikan 5G pada tahun 2025. Beberapa faktornya, mulai dari harga smartphone 5G yang akan mulai menurun seiring waktu hingga permintaan yang besar dari konsumen dan bisnis.

Perlombaan menuju 5G juga akan dirasakan di seluruh kawasan Asia Pasifik hingga beberapa tahun mendatang. Investasi telekomunikasi yang sebelumnya fokus untuk 4G akan bergeser ke 5G sekitar 2/3 hingga tahun 2025.

Tapi, untuk mewujudkan 5G komersial di Indonesia masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh semua pemangku kepentingan. Bahkan menurut Julian, Indonesia termasuk tertinggal dalam hal kesiapan ekosistem 5G dibanding negara lainnya di kawasan Asia Pasifik.

"Tentu saja halangan kita adalah ketersediaan spektrum. Indonesia memiliki tantangan karena ekosistem 5G terbesar saat ini fokus pada spektrum 3,5 GHz, yang di Indonesia digunakan untuk satelit. Jadi harus menunggu untuk spektrum tersebut lowong dan tersedia untuk operator," jelas Gorman, dikutip dari Detik.com, (19/12/2019).

"Indonesia harus lebih fokus dan memprioritaskan untuk memastikan ekosistem berada di tempatnya. Jadi ketika spektrum dan teknologi 5G tersedia langsung siap untuk digunakan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading