Alasan Grab Jadikan GrabFood 'Mesin Uang' Baru, Tak Lagi Ojol

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
13 December 2019 06:53
Alasan Grab Jadikan GrabFood 'Mesin Uang' Baru, Tak Lagi Ojol
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyumbang transaksi terbesar Grab kini bukan GrabCar atau GrabBike. Kini transaksi terbesar berasal dari GrabFood (pengiriman makanan) dan Grab Financial atau jasa keuangan.

GrabFood dan GrabFinancial bahkan menyumbang 50% lebih gross merchandise volume (GMV). Ini adalah total nilai transaksi di seluruh platform.

Co-chief and Regional Head GrabFood Lim Kell Jay mengklaim ekspansi agresif Grab di sektor lain dalam beberapa tahun terakhir.


"Kami memulai sebagai perusahaan ride-hailing dan membangun basis pengguna dan melihat tantangan untuk memberikan layanan lebih ke pengguna," ujar Lim Kell Kay seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (13/12/2019). "Kami harus terus merangsang pengguna dan mereka akan terus bertransaksi di platform kami."

Startup yang memiliki valuasi di atas US$14 miliar atau berstatus decacorn ini memang menjadikan food delivery dan financial services sebagai mesin pertumbuhan berikutnya.

Bisnis pengiriman makanan dan jasa keuangan memang jadi bisnis yang menggiurkan di Asia Tenggara. Alasannya, tak terlalu banyak pesaing dalam bisnis pengiriman makanan dan masih banyaknya masyarakat yang belum terjangkau layanan bank.

Grab memang kian ekspansif di bisnis pengiriman makanan. Setelah mengambil alih Uber Asia Tenggara pada 2018, Grab memperluas bisnis GrabFood ke enam negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

"Margin dari pengiriman makanan lebih baik dari ride-hailing," ujar Lim Kell Jay. " Berdasarkan apa yang kami amati dari pasar lain, sangat mungkin bisnis pengiriman akan lebih besar dan lebih profitable ketimbang ride-hailing."





[Gambas:Video CNBC]




(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading