Setujukah Driver Ojol Jumlah Ojek Online Dibatasi?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
13 November 2019 15:16
Setujukah Driver Ojol Jumlah Ojek Online Dibatasi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Gerakan aksi Roda Dua (Garda) mendukung rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengatur jumlah driver ojek online (ojol) demi menjaga pendapatan para driver.

Presidium Garda Igun Wicaksana mengatakan pembatasan jumlah driver ojek online merupakan usulan dari para driver ojek online kepada Kementerian Perhubungan dan Pemerintah.


"Kami meminta adanya quota driver ojek online terutama di kota-kota besar karena jumlah driver ojek online sudah sangat melimpah," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (13/11/2019).


Igun Wicaksana menambahkan saat ini jumlah penumpang ojek online tidak bertambah tetapi driver turus bertambah sehingga terjadi rebutan order penumpang yang berdampak pada pendapatan driver.

"Kami tidak punya data ideal ojek online tetapi aturan ini harus dibicarakan dengan para asosiasi driver, pemerintah dan aplikator agar disetujui soal jumlah quota ojek online," terangnya.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menjelaskan, saat ini, Kementerian Perhubungan menjaga kelangsungan bisnis transportasi daring dari sisi supply dan demand. Meski beluma data pasti jumlah mitra pengemudi secara riil, tapi dari Go-Jek dan Grab dinilai sudah cukup banyak, apalagi bila ditambah dengan aplikator yang lainnya. 

"Dengan semakin banyaknya sepeda motor, mungkin nanti ada penurunan pendapatan, kemudian ordernya juga akan berkurang, kita ingin menjaga kelangsungan dari proses bisnis ini," kata Budi Setiyadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019). 

Selain itu, Budi mengakui, ada keluhan dari masyarakat terkait banyaknya pengemudi daring yang menunggu penumpang justru menyebabkan kemacetan panjang di simpul-simpul penting seperti di Stasiun Palmerah dan bandara. 


(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading