Bos BCA: Hati-hati Kredit Macet Fintech Lending!

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
11 November 2019 10:28
Bos BCA: Hati-hati Kredit Macet Fintech Lending! Foto: Ilustrasi (Designed by pikisuperstar / Freepik)
Jakarta, CNBC IndonesiaEkonomi digital di Indonesia tumbuh paling cepat di kawasan. Akhir tahun ini nilainya diprediksi mencapai US$ 100 miliar, menurut Google, Temasek dan Bain & Company.

Salah satu penyokongnya adalah peer-to-peer lending (P2P) lending. Sejak awal tahun outstanding pinjamannya sudah mencapai Rp 10 triliun atau meningkat 102% dan ada 14 juta borrower (penerima pinjaman) atau tumbuh 229% sejak awal tahun.


"Saat perusahaan pinjaman teknologi (fintech) tumbuh cepat, tetapi hati-hati kualitas kredit," ujar Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja dalam Indonesia Banking Expo, seperti dikutip Senin (11/11/2019).


Rasio pinjaman macet di fintech memang tumbuh tinggi. Jika pada Desember 2018, baru mencapai 1,45% maka pada September sudah menyentuh 2,89% atau setara Rp 28,9 miliar.

Jahja menambahkan jika dibandingkan dengan perbankan, pertumbuhan kredit memang sangat rendah tetapi kualitas aset lebih baik. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang turun dari 2,74% pada Agustus 2018 menjadi 2,6% di Agustus 2019.

"Bank mencoba menjaga profitabilitasnya tetapi likuiditas semakin ketat," jelas Jahja.

Pada Agustus 2019, Return on Assets (ROA) perbankan bertahan di level 2,49% sementara loan to deposit ratio (LDR) naik dari 93,79% menjadi 94,66%.


(hps/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading