Ini Bahayanya Jika Tak Uninstall 24 Aplikasi Ini Dari HP Kamu

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
11 September 2019 06:59
Foto: CNBC
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga riset Cyber Security, CSIS Security Group menemukan sebuah virus jahat malware yang diberi nama Joker, yang mengintai ponsel Android dari Indonesia dan beberapa negara lain.

Dalam riset yang ditulis oleh Peneliti CSIS Security Group Aleksejs Kuprins, Joker menyusup ke sejumlah aplikasi yang tersedia di Google Play Store, di mana aplikasi resmi yang disusupi itu telah di download lebih dari 470.000 kali.


Joker berisi virus trojan yang terhubung ke server command-and-control (C2). Dalam ponsel yang disusupi, Joker akan berusaha untuk tak terdeteksi dengan memanfaatkan kode JavaScript. Dalam banyak kasus malware ini terintegrasi dengan iklan framework yang dihubungkan dengan aplikasi jahat.


Meski terlihat diam-diam saja, malware Joker sebenarnya mencuri data pengguna ponsel termasuk pesan SMS, informasi kontak dan data perangkat. Data yang dicuri ini digunakan untuk menghasilkan keuntungan bagi hacker jahat yang menciptakan aplikasi jahat ini.

Selain itu, Joker secara diam-diam bisa mendaftarkan perangkat korban dengan layanan premium. Salah satu contohnya di Denmark. Joker mendapatkan korbannya ke situs web premium yang berbiaya 7 euro per minggu.

Joker diam-diam mengklik layanan premium tersebut dan secara otomatis memasukkan kode penawaran operatornya serta mengekstraksi kode konfirmasi dari SMS yang dikirim ke perangkat korban. Kode-kode ini kemudian dikirimkan ke situs web iklan untuk menyelesaikan proses, tulis Aleksejs Kuprins, seperti dikutip dari ZNet, Rabu (11/9/2019).



Lanjut ke halaman berikutnya >>>


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading