Ditolak Bos Taksi Malaysia, Ini Kata Gojek

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
28 August 2019 15:22
Jakarta, CNBC IndonesiaGo-Jek Indonesia tak ambil pusing dengan pernyataan Pendiri Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail yang dianggap merendahkan profesi driver taksi online dan Indonesia. Perusahaan rintisan milik Nadiem Makariem tersebut menegaskan bahwa pihaknya fokus untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya.

"Fokus kami adalah untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya. Terkait dengan pro dan kontra yang terjadi, pasti ada jalan untuk mencari solusi terbaik buat semua pihak," kata Juru Bicara Go-Jek, kepada CNBC Indonesia, Rabu (28/8/2019).


Bahkan, Go-Jek memberikan apresiasi kepada pemerintah Malaysia atas peluang yang sudah diberikan. Hal ini sejalan dengan semangat Go-Jek yang selalu mengutamakan kolaborasi dengan pemerintah di mana Go-Jek berada.


"Kami sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah Malaysia atas peluang yang diberikan bagi Gojek untuk dapat beroperasi di Malaysia. Gojek selalu mengutamakan kolaborasi dengan pemerintah setempat dan seluruh pemangku kepentingan di mana kami beroperasi, seperti di Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura," ujarnya.

Lebih jauh Go-Jek menegaskan jika melalui teknologi yang semakin maju, pihaknya ingin membuka peluang lebih besar. Yang tujuannya jelas, memberikan manfaat yang luas di manapun Go-Jek berada.

"Melalui teknologi, Gojek ingin membuka peluang adanya penghasilan tambahan, mendukung pengembangan usaha kecil menengah, serta memberikan manfaat luas kepada para mitra dan pengguna di Asia Tenggara," tegasnya.



Lanjut ke halaman berikutnya >>>



Penolakan terhadap Gojek
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading