Uber, Grab Cs Bikin Penjualan Mobil Turun, Kok Bisa?

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 July 2019 13:50
Kepala BKPM menyatakan industri otomotif sedang dalam tren menurun dan hadapi guncangan luar biasa yang membuat permintaan turun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong buka-bukaan soal industri otomotif. Sekarang ini industri otomotif global sedang dalam tren menurun dan hadapi guncangan luar biasa yang membuat permintaan menurun.

Thomas Lembong mengatakan ada tiga revolusi teknologi yang mendisrupsi industri otomotif. Pertama, kehadiran aplikasi ride hailing, ride sharing dan transportasi daring. Layanan seperti Gojek, Uber, Grab, dan Gojek telah mengurangi kebutuhan mobil. Pada 2018 misalnya, penjualan mobil di China turun kali pertama selama dua dekade terakhir, turun 3% dibandingkan 2017, hanya terjual 28 juta unit.


Kedua, kewajiban regulator untuk elektrifikasi untuk mobil yang ditawarkan di pasar. Hal ini terutama terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang membuat produsen otomotif harus investasi miliaran dolar untuk elektrifikasi.


"Tadinya [pabrik] mobil dan motor tradisional jadi pabrik yang produksi mobil listrik. Itu sebabkan PHK di perusahaan otomotif utama tahun lalu termasuk Nissan, Ford dan GM, meskipun laporan produk baik secara prospek ke depan. Siklus lagi down," ujar Thomas Lembong.

Ketiga, kendaran otonom (self-driving car). Perusahaan otomotif harus mengembangkan teknologi ini agar bisa bersaing di masa depan.

"Perusahaan otomotif Hyundai, Toyota, BMW hingga VW harus keluarkan miliaran dolar untuk kembangkan teknologi kendaraan otonom," terangnya.


(roy/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading