Traveloka-Tokopedia Garap Aplikasi Umrah, ini Kata Rudiantara

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
17 July 2019 11:39
Traveloka-Tokopedia Garap Aplikasi Umrah, ini Kata Rudiantara
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan soal mengandeng Tokopedia dan Traveloka untuk sediakan aplikasi umrah digital. Kedua startup unicorn ini tidak akan menjadi lembaga penyedia jasa layanan umrah.

Rudiantara mengatakan inisiatif ini muncul karena Pemerintah Arab Saudi memiliki visi untuk kembangkan ekonomi digital. Indonesia dan Arab Saudi akhirnya sepakat untuk mengembangkan aplikasi umrah. Aplikasi tersebut akan digarap dua unicorn.


"[Aplikasi ini] akan terintegrasi dari fintech syariah sampai beli kurma. Pakai aplikasi barang sudah ada di rumah," ujar Rudiantara kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.


Rudiantara menambahkan ide aplikasi ini lahir melihat betapa banyaknya masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan umroh tiap tahunnya. Bayangkan, dari 10 juta kapasitas umroh yang disediakan pemerintah Arab Saudi, 10% kuota untuk Indonesia. Artinya jamaah umroh dari Tanah Air mencapai 1 juta per tahun.

Peluang ini makin bertambah besar setelah pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan menambah kuota umroh pada 2030 nanti menjadi 40 juta.

"Naik empat kali lipat dalam 10 tahun ke depan, ini peluang yang luar biasa yang perlu kita ambil," terang Rudiantara seperti dikutip dari Detik.com, Rabu (17/7/2019).

Membahas soal aplikasi umrah, pihak Kemenkominfo telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Nantinya aplikasi umroh punya satu sistem yang terintegrasi, mulai dari keuangan, perjalanan hingga pengiriman zam-zam dan kurma.

"Jadi jamaah umrah hanya tinggal bawa tas kecil dan baju ganti. Barang akan dihantar sampai di rumah," pungkas Rudiantara.

Simak video rencana pembuatan aplikasi umrah digital di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading