Trump Tolak Kecualikan Uber & Tesla dari Tarif Impor, Kenapa?

Tech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
14 June 2019 14:57
Trump Tolak Kecualikan Uber & Tesla dari Tarif Impor, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah AS menolak permintaan Uber dan Tesla agar dikecualikan dari tarif bea masuk impor. Presiden Trump mengenakan tarif bea masuk 25% pada produk impor dari China.

Tarif bea masuk 25% dikenakan Trump tahun lalu kepada produk elektronik demi mengurangi defisit dagang AS dengan China.


Dilansir dari Tech Crunch pada Jumat (14/6/2019), Tesla mengajukan permintaan pembebasan bea masuk untuk komputer pada mobil Model 3 di akhir Desember, termasuk unit kontrol medianya, papan konektivitas dan perangkat keras sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS).


Uber sedang mencari pengecualian pada sepeda listrik buatan China.

Trump Tolak Uber & Tesla untuk Dikecualikan dari Tarif ImporFoto: Infografis/Perang Dagang/Edward Ricardo

Dalam surat 29 Mei, USTR menolak permintaan Tesla, menyatakan bahwa komputer mobil Model 3 dan layar tengah di mobil listrik tersebut adalah produk yang "penting secara strategis" atau "terkait dengan Made in China 2025 atau program industri China lainnya."

Made in Cina 2025 adalah rencana strategis China untuk beralih dari manufaktur ke menghasilkan barang bernilai yang lebih tinggi, khususnya di bidang AI, kendaraan listrik, dan robot. Gedung Putih mengatakan bahwa Made in Cina adalah ancaman langsung terhadap teknologi dalam negeri dan perusahaan otomotif AS.


Tesla menolak mengomentari keputusan tersebut.

Awal tahun ini, Tesla meluncurkan sebuah chip kustom baru yang dirancang untuk memungkinkan operasi self-driving seutuhnya (FSD / Full Self Driving) untuk semua kendaraan baru. Perlu diketahui bahwa saat ini, kendaraan Tesla belum bisa mengemudi sendiri.


Tesla memperingatkan bahwa tarif yang lebih tinggi pada "otak kendaraan" dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi perusahaan.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading