Duh, Lulusan Ilmu Komputer Bakal Tergusur Kecerdasan Buatan

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
31 May 2019 12:35
Duh, Lulusan Ilmu Komputer Bakal Tergusur Kecerdasan Buatan
Jakarta, CNBC Indonesia - Berkembangnya internet dan ekonomi digital membuat banyak permintaan akan lulusan universitas jurusan ilmu komputer. Pasokan yang rendah tetapi permintaan besar membuat para sarjana ilmu komputer mendapat gaji yang tinggi.

Namun, hal ini tidak akan berlangsung lama. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan membuat permintaan tenaga ahli ilmu komputer berkurang. Hal ini merupakan prediksi investor teknologi Mark Cuban dalam wawancara dengan Recode yang dilansir dari CNBC International, Jumat (31/5/2019).


"Dua puluh tahun dari sekarang, jika Anda seorang pembuat kode, Anda mungkin kehilangan pekerjaan karena bidang itu hanyalah matematika," kata Mark Cuban.


"Dalam jangka pendek mereka lulusan ilmu komputer dan mengerti soal coding akan mengalami kondisi yang lebih baik dalam pekerjaan dan penghasilan. Tapi dalam jangka panjang mereka tidak akan merasa aman."

Duh, Lulusan Ilmu Komputer Bakal Tergusur Kecerdasan BuatanFoto: Infografis/Mengenal Artificial Intelligence dan Cara Kerjanya/Arie Pratama

Menurut riset Glassdoor, ilmu komputer merupakan jurusan dengan bayaran tertinggi yang diberikan sebuah perusahaan. Rata-rata gajinya U$70.000. Pekerjaan yang paling laris di 2019 merupakan insinyur pengembang perangkat lunak aplikasi dengan gaji rata-rata US$101.790, berdasarkan laporan CareerCast.

Mark Cuban juga mengatakan suatu hari nanti para lulusan ilmu komputer ini akan dikalahkan oleh mereka yang bergelar di bidang humaniora.

"Kreativitas, kolaborasi, keterampilan komunikasi: Hal-hal itu sangat penting dan akan menjadi perbedaan antara pembuat atau menghancurkan," kata Mark Cuban. "Di dunia AI, Anda harus memiliki pengetahuan tentang sesuatu, kan?"


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading