Cerita Alibaba Monopoli Data & Tudingan Perbankan Gelap

Tech - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
27 May 2019 16:49
Cerita Alibaba Monopoli Data & Tudingan Perbankan Gelap
Jakarta, CNBC IndonesiaBank Indonesia (BI) mendorong perbankan dan fintech menerapkan sistem open banking di mana perbankan dan fintech pembayaran bisa saling berbagi data. Sebab itulah diperlukan Data Hub.

Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran BI Erwin Haryono mengatakan data perlu dibagi agar tidak mencontoh apa yang terjadi di China. Pada negeri Tiongkok Alibaba memiliki fintech pembayaran bernama Alipay yang masuk pasar uang tetapi data yang dimiliki perusahaan dipegang sendiri oleh perusahaan.


"Alibaba berkembang cepat tapi data dikekepin sendiri. Dia kuasai hulu sampai hilir. Tidak salah gunakan data tapi dia ciptakan sebuah monopoli jadi muncul isu-isu shadow banking," ujar Erwin di Gedung BI, Jakarta, Senin (27/5/2019).


"Kita pengen bali itu. Sebisa mungkin data itu tidak dikuasai individu tertentu kalau kita bisa bikin public infrastrukturnya. Tapi perlu otoritas yang siapkan itu agar data bisa digunakan lebih banyak orang."

Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendrata menambahkan menjawab tantangan tranformasi digital harus ditetapkan sistem Open Banking agar fintech dan perbankan bisa saling berbagi data. Sistem pembayaran bisa mendorong hal ini.

"Tetapi ini perlu peningkatan keamanan know your costumer dan privacy data. Perllu juga penyediaan digital id. Kita belum punya tapi di Thailand sudah ada sejenis NIK di dukcapil sampai Hape. Ke depan kita ke sana," jelasnya.

Erwin menambahkan untuk menerapkan open banking sudah kolaborasi perbankan dan fintech dilakukan melalui Aplication Programming Interface (API). Dengan ini Bank dan fintech akan kolaborasi interlink.



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading