Menteri Rudiantara: Industri Telco RI Sudah Tidak Sehat

Tech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
02 May 2019 10:57
Menteri Rudiantara: Industri Telco RI Sudah Tidak Sehat
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyaknya operator telekomunikasi di tanah air telah membuat industri tidak sehat. Hal ini terlihat dari kinerja keuangan dan kontribusi sektor telekomunikasi pada perekonomian yang terus menurun. Hal inilah yang membuat pemerintah mendorong konsolidasi sektor telco.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pihaknya sebenarnya berharap konsolidasi sudah terjadi pada 2016. Konsolidasi ini tujuannya untuk menyehatkan industri.

"Saat ini angka-angka yang ditunjukkan sektor telco sudah tidak sehat. Pada 2015-2016 kontribusi sektor media dan telekomunikasi capai 2 digit dari PDB. Sekarang kontribusi sudah sentuh angka 7%," ujar Rudiantara dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (2/5/2019).


Menurut Rudiantara, ada dua hal yang harus diperbaiki pelaku telco. Pertama, perbaikan pendapatan (top line) untuk mendorong ini berkaitan dengan harga (price) dan volume.

"Sekarang masyarakat digiring operator untuk layanan tak bayar terus yang buat price kita terendah kedua di ASEAN. Kalau menuju ke harga murah-murah terus ya repot. Operator harus siap dari mana pelihara jaringannya," jelas Rudiantara.

Kedua, biaya. Pengendalian biaya harus dilakukan, biaya perusahaan telco tanah air lebih mahal dari negara-negara di Asia sementara infrastruktur kalah dari Singapura, Malaysia bahkan Vietnam.

"Dari segi cost kita bisa atur sama-sama dengan dana USO (universal service obligation) itu sekitar Rp 3 triliun dan dana bakti Rp 6 triliun," jelasnya.

Rudiantara mengatakan Ebitda pelaku industri sekarang ini rata-rata besar 40% padahal dulu 45%. Hanya Telkomsel yang memiliki Ebitda 50%.

"5% Ebitda kalau dikonversi ke revenue (margin absolut) sekitar Rp 8 triliun. Artinya kita kehilangan segitu untuk meningkatkan daya bangun industri," terang Rudiantara.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading