Tak Mau Ikut-ikutan, BCA Ogah Bikin Fintech Lending

Tech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
11 April 2019 18:37
Tak Mau Ikut-ikutan, BCA Ogah Bikin Fintech Lending
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya tidak berniat membuat layanan pinjaman online (pinjol) seperti yang dilakukan perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending. Pasalnya, kedewasaan masyarakat Indonesia terhadap pinjol belum matang.

"Kita belum siap. Biarkan P2P lending yang mulai. Kalau sudah matang kita ikuti kalau sudah tahu kunci-kunci algoritmanya," ungkap Jahja, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Jahja berkaca pada pengalaman bangkrutnya sejumlah fintech P2P lending di China. Dirinya menilai masyarakat Indonesia juga belum dewasa menghadapi pinjam meminjam online. Masyarakat Indonesia beberapa ada yang tidak mengerti bahwa pinjol dilakukan dengan bunga dan cicilan bukan gratis sehingga daya bayar harus dipertimbangkan.


"Ada nasabah ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kasusnya dia pinjam ke 15 aplikasi. Mungkin kecil-kecil tapi bunganya tinggi, dia tidak bisa bayar, dia pinjam ke aplikasi lain. Dari rumah sampai kantor diteror. Ini kan butuh kedewasaan masyarakat," jelasnya.


Bank BCA juga tidak berniat untuk mengikuti jejak bank-bank BUMN yang menyatukan sistem pembayaran melalui LinkAja. Dilihat darii peta perbankan BUMN, menurut Jahja, memang membutuhkan platform. Berbeda dengan bank BCA yang sudah menonjol dari sisi layanan paymentnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap membuka kemungkinan bila ada kerja sama ke arah sana. Caranya, harus melalui jaringan Prima atau Bersama. Terlebih, untuk membuka platform seperti LinkAja, kata Jahja, tidak murah.

"Kita atau asosiasi [bank] swasta merasa tidak perlu buka platform sendiri karena memang paymentnya tidak terlalu banyak karena untuk membuka platform itu biayanya tidak murah mesti punya networking dan ekosistem." tandasnya.

BBCA baru saja melaunching layanan pembukaan rekening baru melalui BCA Mobile. Ditargetkan dengan layanan ini ada 1 juta penambahan rekening baru setiap tahunnya.

Simak video lampu kuning industri fintech di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading