Internasional

Duh, Pekerja Facebook Punya Akses ke Jutaan Password Pengguna

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
22 March 2019 15:27
Facebook sedang diawasi regulator karena beberapa skandal privasi dan keamanan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah fakta baru tentang Facebook kembali terkuak. Facebook menyimpan hingga 600 juta password akun pengguna tanpa enkripsi dan dapat dilihat sebagai teks biasa oleh puluhan ribu karyawan Facebook.

Informasi ini merupakan laporan dari jurnalis keamanan siber (cyber security), Brian Krebs yang dikutip CNBC International, Jumat (22/3/2019) dan laporan tersebut telah dikonfirmasi oleh Facebook dalam postingan blog perusahaan.

Komisi Perlindungan Data Irlandia, yang mengelola Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa, atau GDPR mengatakan Facebook telah mengetahui masalah ini: "Kami sedang mencari informasi lebih lanjut," kata komisi itu dalam sebuah pernyataan.


600 juta pengguna mewakili sebagian besar basis pengguna Facebook yang mencapai 2,7 miliar orang. Facebook mengatakan pada Kamis (21/3/2019) bahwa pihaknya berencana memberi tahu pengguna yang terkena dampak sehingga mereka dapat mengubah kata sandi mereka.


"Sebagai bagian dari tinjauan keamanan rutin pada Januari, kami menemukan bahwa beberapa kata sandi pengguna disimpan dalam format yang dapat dibaca dalam sistem penyimpanan data internal kami," kata Facebook dalam sebuah pernyataan.

"Ini menarik perhatian kami karena sistem log-in kami dirancang untuk menutupi kata sandi menggunakan teknik yang membuatnya tidak dapat dibaca. Kami telah memperbaiki masalah ini dan sebagai tindakan pencegahan kami akan memberi tahu semua orang yang password-nya kami temukan disimpan dengan cara ini."

Wah, Pekerja Facebook Punya Akses ke Jutaan Password PenggunaFoto: Facebook (REUTERS/Dado Ruvic)

Posting blog Facebook tidak menyebutkan berapa banyak pengguna yang terpengaruh.

Dalam laporannya, Brian Krebs menyebut masalah tersebut terjadi pada awal 2012. Seorang insinyur perangkat lunak Facebook bernama Scott Renfro dikutip oleh Brian Krebs mengatakan perusahaan tidak menemukan penyalahgunaan data yang dimaksud dan bahwa "tidak ada risiko aktual yang berasal dari hal ini."

Facebook tengah diawasi dengan ketat karena beberapa skandal privasi dan keamanan. Namun skandal Facebook belum berpengaruh pada jumlah pengguna meski muncul kampanye hapus akun facebook di media sosial.

Simak video tentang tingginya peretasan data di Indonesia di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Hapus Akun Facebook Bikin Pengguna Lebih Bahagia, Tapi...


(roy/prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading