Fintech

Tantang GoPay & OVO, LinkAja Disuntik Modal Rp 1,5 T

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
04 March 2019 11:11
Tantang GoPay & OVO, LinkAja Disuntik Modal Rp 1,5 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan teknologi keuangan (fintech) BUMN, LinkAja resmi diluncurkan pada Minggu (3/3/2019) di hajatan Java Jazz Indonesia.

LinkAja akan menjadi pembayaran digital yang akan bersaing dengan GoPay dan OVO. Untuk mengoperasikan layanan ini Bank BUMN, Telkomsel dan Pertamina patungan suntikkan modal Rp 1,5 triliun.

"Untuk modal awal, BUMN patungan menyuntikkan LinkAja Rp 1,5 triliun. Dananya nanti untuk menjalankan LinkAja," ujar sumber CNBC Indonesia, Senin (4/3/2019). Suntikan dana ini setara US$100 juta, yang biasanya didapatkan startup dari suntikan dana seri A dan Seri B. 


Sayang Direktur PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) Danu Wicaksana menolak memberikan konfirmasi mengenai informasi ini.

"Maaf saya belum bisa memberikan penjelasan. Bisa ke Corcomm Telkomsel dulu, Pak Denny Abidin," ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada CNBC Indonesia.

Hingga berita ini dinaikkan GM External Corporate Communications Telkomsel DennyAbidin belum merespons permintaan konfirmasi CNBC Indonesia.

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) adalah Fintech yang didirikan dan dimiliki Telkomsel. Finarya mengelola uang digital T-Cash. Mulai 22 Februari 2019, T-Cash berubah nama menjadi LinkAja.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan LinkAja akan menggunakan strategi untuk mengenalkan produk dan akuisisi pelanggan dengan belanja iklan yang masif dan promosi atau istilahnya 'bakar duit'.

"Kalau kita pasang iklan di pinggir jalan sudah tentu sama (bakar uang), jadi iklan itu dipakai untuk mengambil customer sama seperti kita mengambil diskon, sama gak bakar duit? Masalah istilah saja. Jadi itu yang di pinggir jalan itu, sepanjang jalan itu atau di koran majalah itu bakar uang juga," kata Gatot, saat ditemui di Jakarta Convention Center, Kamis (28/2/2019).

Ia meyakini, dengan strategi tersebut, LinkAja akan semakin dikenal masyarakat, hingga akhirnya, basis data pelanggan (customer based) bisa terus meningkat dan transaksi melalui LinkAja terus meningkat.

LinkAja akan menggabungkan uang elektronik Bank Mandiri (e-cash), Bank BNI (Unikqu), Bank BRI (Tbank), dan Telkom Group (TCASH dan T-money).  LinkAja akan berada di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya).

Saham terbesar akan dipegang oleh Telkomsel sebesar 25%. Sementara, tiga bank, yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI, akan memegang saham masing-masing 20%. Sementara, BTN dan PT Pertamina (Persero) memegang masing-masing 7% dan Jiwasraya akan memegang 1% saham.

Saksikan video LinkAja menantang GoPay dan OVO di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading